RND RMDN 2018

# 1

Ramadlan tiba
kemanakah rindu
bila tak jadi
cinta

# 2

Doa berbuka:
Beri aku esok
satu hari Ramadlan lagi
demi rindu

# 3

aku berjalan
Kau berlari
aku berpuasa
Kau….?

# 4

Dari Subuh hingga Maghrib
jahr-kan puasamu
Dari Maghrib hingga Subuh
sirr-kan puasamu

# 5

Kepada anak yang bertanya pada bapaknya,
“buat apa kita berlapar-lapar puasa”:
karena lapar tak kenal mazhab
karena lapar tak kenal firqah

# 6

Dengan arti
atau tanpa arti
tadarusmu yang terbata-bata itu
tetaplah berarti

# 7

Kau bisa shalat sambil puasa
kau bisa tadarus sambil puasa
kau bisa sedekah sambil puasa
kau bisa apa pun sambil puasa
Dan, hanya Allah yang bisa menghitungnya

# 8

Di penghujung malam, terbangun ia,
lalu perlahan menjerang air, membangunkan suami,
dan dengan lembut menyuapi anak-anaknya,
karena ia tahu sahur adalah
kasih sayang Allah pada hamba-hambaNya
yang berpuasa.

# 9

Doa selepas Jumatan:
Lapar begitu dekat
Dahaga begitu lekat
Tapi sang ajal lebih dekat lebih lekat

# 10

Puasa itu untuk Allah
tapi ketika Allah menurunkan sahur
maka sesungguhnya puasa itu
untuk manusia

# 11

Hari ini adalah, sepertiga bulan
bagi yang menghitung-hitung;
namun awal perjalanan
bagi yang menjaga rindu

# 12

Doa pagi:
Ya Allah,
ajari hamba bersyukur
atas doa-doa yang tak terkabul

# 13

Wahai orang suci dari Kifli
yang bersila di teduh pohon Tin
hari ini, terangkan padaku
tentang sabr dan khair

# 14

Doa menjelang Ashar:
Jika ganjaran puasaku
hanya lapar dan dahaga
aku tetap rela

# 15

Ramadlan kecil
ada di rumah
Ramadlan besar
ada di jalanan

# 16

Aku sujud,
aku munajat,
aku shaum
demi menemui-Mu di langit,
tapi Kau menyuruhku tetap di bumi,
“Bersedekahlah. Aku tak lebih jauh dari
uluran tanganmu.”

# 17

Aku:
Ya Allah,
terimalah shalatku,
puasaku,
sedekahku,
zakatku.

Kau:
Bagaimana mungkin Ia
menerima sesuatu yang tak kau relakan;
yang masih terkunci dalam ingatanmu?

# 18

Orang mungkin melupakan
nasihat-nasihatmu
tetapi akan mengenang
sedekah-sedekahmu

# 19

Doa tertajam adalah doa
yang dipanjatkan oleh
orang lain; berupa ucapan
“Terima kasih”

# 20

O, malam seribu bulan
izinkan aku mengejarmu
dalam lelap; karena dalam lelap
apalah daya seorang hamba

# 21

Jika i’tikafmu
demi tatapan orang
maka masjid
cuma jadi penjaramu

# 22

Dalam sebaik-baik pemberian
mengambang dua air mata:
air mata gembira si penerima
air mata bahagia si pemberi

# 23

Hari ini mungkin kau membencinya,
namun ketika tahun-tahun kehidupanmu bersemi hijau,
suara mushalla yang serak dan risik itu
akan jadi buah rintih rindumu.

# 24

Doa Malam 25:
Lindungi aku, dari pikiran
yang merindukan Ramadlan tahun depan
sedangkan Ramadlan tahun ini belum jua tunai.

# 25

Zakat itu berat
jika dihitung-hitung
tetapi ringan
jika dibagi-bagikan

# 26

Sesungguhnya,
kitalah yang meninggalkan Ramadlan
bahkan,
sebelum Ramadlan itu sendiri usai

# 27

Aku:
Ya Rabb,
berilah aku umur Panjang
agar bisa merasakan
keindahan Ramadlan tahun depan.

Kau:
Wahai nafs,
mengapa kau tak minta diberi cukup waktu,
setidaknya tiga hari saja,
untuk menunaikan Ramadlan kali ini?

# 28

Ramadlan adalah
persimpangan jalan akbar,
tempat para pengelana bertemu,
berbagi jalan, berbagi bekal.
Ketika Ramadlan usai,
para pengelana kembali ke jalan setapaknya.
Menyusuri sunyi sendiri-sendiri.
Mengarungi rindu sepi-sepi.
Sedangkan para pedagang,
tetap meramaikan pasar,
menghitung-hitung untung rugi.

# 29

Ini hanya kemenangan sesaat
Esok kita bertarung lebih sengit lagi
karena hewan-hewan akan dilepaskan
dan kekalahan adalah keniscayaan

2018