Orang yang bahagia bekerja lebih produktif. Lebih sehat. Lebih bugar. Mereka puas dengan kehidupan mereka. Aktif dan bersemangat menjalani hidup sehari-hari.
Orang yang bahagia bekerja lebih produktif. Lebih sehat. Lebih bugar. Mereka puas dengan kehidupan mereka. Aktif dan bersemangat menjalani hidup sehari-hari.
Salah atau benar, atasan selalu merasa benar. Kritik berarti mempertanyakan kekuasaannya. Semakin anda keras mengkritik, semakin kukuh atasan mempertahankan pendapat.
Buku ini tentu kurang tebal untuk menceritakan seluruh kisah-kisah Mahabharata. Tampaknya tidak akan ada buku setebal apa pun yang cukup untuk menuliskan detil Mahabharata.
Pembunuh motivasi karyawan nomor satu adalah mempermalukan di muka orang lain. Meski apa yang anda katakan itu benar, mengkritik di depan umum hanya akan melukai perasaannya.
Mempunyai bisnis sampingan adalah angan-angan kebanyakan karyawan. Dapatkah kita menjalankannya tanpa merusak reputasi kita sebagai karyawan teladan?
Konon manajemen yang baik bertindak berdasarkan fakta dan data. Itu berarti manajemen tidak butuh “alasan”. Untuk memecahkan masalah manajemen butuh “sebab”.
Ini bukan buku mantra. Ini hanyalah buku puisi. Tak lebih. Tak kurang. Sebagaimana kata Sapardi di prawacana, jika pembaca berniat memakainya untuk mencapai maksud tertentu, silakan saja. Siapa tahu terkabul.
Bila atasan anda adalah orang yang sangat sibuk, beliau pasti sulit untuk ditemui. Anda perlu mensiasati jika ingin menemui beliau.
“Tidak ada akuntan yang bisa jadi presdir. Kalian tahu, kenapa?” Oom Gatut berbicara berapi-api. “Akuntan tidak diajarkan menjadi pengambil keputusan…!!!”
Bekerja di perusahaan yang mempunyai visi besar meski absurd dan tak logis, tetap lebih baik ketimbang di perusahaan yang tak punya angan-angan apa pun.