Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Celoteh-Celoteh Oom Ale

Trik Cerdik Memukau Pak Bos

Submitted by on 10 May 2010 – 12:00 amNo Comment

Penentuan jadwal rapat bulanan kali ini sedikit rumit. Biasanya rapat diadakan sekitar tanggal 10-an. Tak pernah lewat tanggal 12. Pak Bos menentukan sesuai dengan jadwal Beliau. Tugas kami, para manajer, adalah menyiapkan materi rapat yang dirangkum dalam satu atau dua lembar presentasi. Rutinitas ini sudah kami lakukan sejak bertahun-tahun lalu. Kami sudah terbiasa.

Untuk bulan ini penentuan tanggal meeting bulanan berbenturan dengan skedul-skedul para manajer. Bahkan skedul Pak Bos sendiri. Coba perhatikan skedul ini. Pak Bos harus menghadiri rapat regional Asia-Pasifik mulai tanggal 12-14 di Bali dan baru kembali ke kantor tanggal 15. Jadi, rapat bulanan tidak bisa dijadwalkan pada tanggal 12 sampai dengan tanggal 14. Bagaimana pun Pak Bos harus hadir dalam rapat. Rapat tanpa Pak Bos ibarat ring tinju tanpa petinju. Tidak seru. Tidak ramai. Tidak dramatis. Tanpa Pak Bos, rapat akan seperti sekumpulan kopral berdiskusi tanpa jendral. Ngobrol ngalor ngidul tanpa arah, tanpa tujuan. Kesimpulannya, Pak Bos harus hadir dan membikin suasana lebih menyengat.

Jadi, yang tersisa adalah tanggal 10 dan 11. Sayangnya tanggal 11, Pak Iyan, manajer quality, harus menghadap seorang dirjen di Jakarta. Ada urusan super penting dan genting. Kita semua mahfum, rapat bulanan wajib dihadiri oleh manajer quality. Kita tahu quality adalah hidup matinya perusahaan kami, maka hidup atau mati manajer quality harus ikut rapat.

Sialnya pada tanggal 9-10 ada dua bos, yaitu manajer produksi dan manajer teknik, harus mengikuti seminar teknologi baru yang diadakan oleh kantor pusat. Seminar ini dihadiri oleh profesor dan doktor pakar di bidang teknologi industri baru. Kebetulan kami sedang sibuk-sibuknya merencanakan perluasan pabrik, maka sangat perlu untuk belajar perkembangan teknologi terkini. Yang pasti, rapat bulanan harus dihadiri juga oleh bos produksi dan bos teknik. Bagaimana pun, bagian produksi adalah dapur perusahaan. Kehadiran mereka adalah kewajiban. Tanpa manajer produksi, rapat ibarat dapur tanpa koki. Tak ada yang dimasak. Tak ada yang dibahas.

Ok.. ok.. Untuk memecahkan masalah ini Pak Bos mengirim email pada para manajer menanyakan kapan sebaiknya rapat harus diadakan. Rapat bulanan adalah rutinitas manajemen yang bernilai sakral. Bisa kualat jika kami tidak mengadakan rapat bulanan. Tulis Pak Bos di email, “Mengingat jadwal yang cukup ketat di bulan ini, mohon masukan dari rekan-rekan semua kapan sebaiknya rapat bulanan diadakan untuk bulan ini. Silakan pilih tanggal sesuai dengan kesiapan materi dari rekan-rekan semua: 7, 8 atau 15. Matur Suwun.”

Kalau anda mendapat pertanyaan dari Pak Bos seperti di atas, apa jawaban anda? Mana tanggal yang anda pilih? 7 atau 8 atau 15?

Bu Cie, manajer Planing, memilih tanggal 15. Idem ditto dengan Bu Fen, Manajer Pembelian. Pak San, Manajer Export, ikutan memilih tanggal 15. Disusul oleh Pak Syam, Manajer Enginering. Sudah ada 4 orang memilih tanggal 15.

Oom Ale membalas email Pak Bos, dan memilih tanggal 8 saja. Alasannya simple, angka 8 itu angka hoki pembawa rejeki. Angka 8 tidak mempunyai garis terputus yang berarti rejeki mengalir tanpa putus-putusnya. Email Oom Ale ini segera disepakati oleh Pak Iyan.

Beberapa menit kemudian masuk email dari Pak Ton, Manajer Personalia. Beliau memilih tanggal 7. Alasannya, semakin cepat semakin baik.

Hanya sekian detik berlalu, email Pak Ton langsung diprotes oleh Pak Har, manager produksi. “Wah, jangan tanggal 7 dong pak. Pada tanggal 7 laporan kami masih belum siap. Sebaiknya tanggal 15 saja supaya benar-benar well prepared!” Email Pak Har dimufakati oleh Bu Qoqom, manajer R&D.

Pada akhir acara tabulasi suara, terkumpul pemenangnya adalah tanggal 15. Dua suara untuk tanggal 8. Dan hanya satu suara untuk tanggal 7. Karena sudah dipilih oleh mayoritas, mau tidak mau Pak Bos menetapkan tanggal 15.

Begitu tanggal 15 diputuskan, Oom Ale mengakak terbahak-bahak. Memang betul pemenangnya adalah tanggal 15. Tetapi sesungguhnya tanggal 15 adalah tanggal para looser. Pemenang sejati adalah tanggal 7, yaitu Pak Ton. Meski tanggal pilihan Pak Ton tidak populer, tetapi ini adalah pilihan yang cerdik dan cemerlang. Tidak percaya? Coba simak analisa ini:

Ini bukan tentang kapan kita siap rapat atau tidak. Ini adalah kontes memberikan kesan positif di depan Pak Bos. Dengan cerdik Pak Ton melihat bahwa tidak akan ada orang yang memilih tanggal 7, karena terlalu mepet untuk melakukan persiapan. Terlebih lagi tanggal 5 dan 6 adalah hari libur kerja. Pak Ton tahu tanggal 7 pasti kalah dalam pemilihan. Namun Pak Ton juga tahu bahwa Pak Bos pasti akan sangat terkesan dan senang sekali kalau rapat bisa diadakan as soonest as possible. Bagaimana pun Pak Bos akan lebih suka jika bisa mendapat masukan dan informasi bulanan sesegera mungkin. Pilihan tanggal 7 Pak Ton sangat brilian karena di mata Pak Bos, Pak Ton-lah orang yang paling cepat menyiapkan bahan-bahan rapat. Pak Ton mendapat point tinggi di catatan Pak Bos. Pendek kata, Pak Bos akan sangat terkesan pada Pak Ton yang siap rapat meskipun waktunya mepet. Apakah Pak Ton benar-benar bisa menyiapkan bahan rapat dalam waktu yang singkat? Hahahaha, meneketeheeee…?! Mana kita tahu…??

Sedangkan di mata Pak Bos, mereka yang memilih tanggal 15 jelas-jelas sudah menempatkan Pak Bos sebagai orang terakhir yang tahu mengenai materi rapat. Mereka yang memilih tanggal 15, seolah tidak melihat kebutuhan Pak Bos agar segera bisa in touch dengan informasi bulanan. Pemilih tanggal 15 memberikan kesan paling lemah buat Pak Bos. Sekali lagi, ini bukan apakah bahannya bisa disiapkan sebaik-baiknya. Ini adalah kontes memberi kesan cemerlang di depan Pak Bos. Menomorsatukan Pak Bos jauh lebih berharga ketimbang berlama-lama menyiapkan materi presentasi, toh kita adalah orang-orang yang berkutat di kegiatan operasional sehari-hari, maka tidak ada alasan kenapa harus membutuhan waktu begitu lama untuk menyiapkan bahan rapat bulanan.

Bagaimana dengan Oom Ale yang memilih tanggal 8? Hahahaha, ini pilihan medioker. Weekend ini Oom Ale bermaksud bersantai bareng keluarga. Oom Ale rada malas membuat presentasi di akhir pekan. Oom Ale memilih tanggal 8, karena bermaksud menyiapkan presentasi di tanggal 7, alias hari Senin. Padahal jika seandainya diputuskan rapat diadakan tanggal 15, maka Oom Ale akan siapkan bahan rapat tanggal 14. Bahkan, jangan-jangan Pak Ton sendiri juga baru nyiapin presentasi tanggal 14.

Bagaimana pun salut buat Pak Ton. Buat pembaca, silakan ditiru trik tadi. Tapi jangan hanya meniru triknya saja, anda benar-benar harus siap juga. Oom Ale yakin kalau toh Pak Bos menetapkan tanggal 7, Pak Ton juga pasti siap pada tanggal 7. Sedangkan Oom Ale juga pasti akan siap tanggal 7 meski harus menggarap presentasi selama weekend.

Sekali lagi, salut buat Pak Ton..! Meski beliau kalah dalam voting, beliau menang dalam adu kecerdikan. Trik cerdiknya: boss is boss anyway, maka dahulukan kepentingan Pak Bos.

11 Mei 2009

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.