Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Life 101

Tips Rileks Di Tengah Kemacetan Lalu Lintas

Submitted by on 20 December 2015 – 12:00 amNo Comment

Kemacetan membuat kita kehilangan banyak waktu. Kemacetan bukan hanya mencuri waktu, juga menguras emosi. Salah satu tips tetap rileks di tengah kemacetan: terimalah kemacetan sebagaimana adanya.

Image Credit: Gen Kanal | Flickr.com

Macet…! Ah macet…! Nyaris tak ada yang menyukai kemacetan. Bila penumpang saja mengeluh mengenai kemacetan, apalagi sang sopir yang harus berkali-kali memindah gigi perseneling, menginjak pedal kopling, gas, dan rem bergantian. Tentu sangat melelahkan. Bukan hanya lelah secara fisik, namun juga lelah secara mental. Terlebih lagi bila anda harus segera tiba di tempat tujuan, rasa terburu-buru semakin membuyarkan ketenangan diri. Padahal di tengah-tengah kemacetan terselip sedikit waktu untuk belajar; yaitu belajar mengendalikan diri sendiri dan tetap tenang di tengah keadaan yang tak diinginkan.

Coba perhatikan wajah-wajah pengemudi yang terperangkap macet. Banyak yang tampak tegang, cemas, gelisah, jengkel. Tak sedikit pula yang mau menangnya sendiri, menyerobot sana-sini, hanya untuk mendapatkan posisi lebih depan. Padahal seringkali itu tidak terlalu berguna, bahkan menambah ketegangan. Namun, coba perhatikan adakah di antara mereka yang tetap tenang, rileks, bahkan seakan menikmati kemacetan yang menjerat. Bila anda tak menemukan wajah pengemudi yang tetap tenang, kami harap anda menemukannya di dalam diri anda sendiri. Berikut beberapa tips agar kita bisa tetap rileks di tengah kemacetan.

1. Terimalah kemacetan sebagaimana adanya.
Ada joke begini, “if you are raped, and you can’t get rid off it, just enjoy it”. Maksudnya, jika anda sudah terlanjur masuk dalam jebakan kemacetan, dan tak ada jalan lain selain ikut larut dalam kemacetan itu, maka nikmati sajalah kemacetan itu. Terimalah kemacetan sebagai sebuah realita apa adanya. Angkat saja kedua bahu anda. Berkatalah dalam hati, “Yach, inilah yang harus aku hadapi.”

2. Tenangkan tubuh anda.
Tarik nafas dalam-dalam. Kendurkan seluruh tubuh anda. Lakukan peregangan ringan. Mulailah dari leher, bahu, tangan, punggung, kaki-kaki hingga ke pergelangan kaki anda. Bila kemacetan itu begitu lama, tak ada salahnya anda keluar dari kendaraan untuk berjalan-jalan sejenak, jongkok, melompat-lompat kecil. Bila memungkinkan, segarkan tubuh anda dengan minum air putih atau memerciki muka anda dengan air putih.

3. Rilekskan pikiran anda.
Bila anda biasa bermeditasi, bukankah ini saat yang baik untuk memulai program meditasi semenit anda. Bila seluruh urusan anda harus berantakan gara-gara macet, maka ya sudah. Namun, tentu ada baiknya anda berusaha menghubungi seseorang yang menunggu anda bahwa anda sedang terjebak kemacetan. Tak ada salahnya juga bila anda mencari tahu seberapa parah kemacetan itu terjadi melalui saluran radio. Dengan demikian anda mungkin bisa mendapat informasi jalur-jalur alternatif.

4. Usahakan bersenang-senang.
Putarlah lagu-lagu kesenangan anda. Atau dengarkan saluran radio favorit anda. Atau, anda bisa bercakap-cakap dengan rekan-rekan yang lama tak anda hubungi melalui telepon seluler anda. Bila anda bepergian bersama orang lain, adakan percakapan yang menarik, berguraulah, dan berbagai kegiatan lain. Adalah sesuatu yang sangat berharga bila anda tetap bisa bersenang-senang dan tersenyum di tengah kemacetan yang menjengkelkan bagi sementara banyak orang.

5. Lakukan sesuatu yang produktif.
Sambil menunggu kemacetan, sebenarnya anda tetap bisa melakuan kegiatan yang produktif. Misal, membaca koran, laporan, buku, dan lain-lain. Atau, anda bisa mulai memikirkan dan menyusun sesuatu yang perlu bagi pekerjaan anda. Namun, agar tak menambah ketegangan, lakukan sesuatu yang ringan-ringan saja.

6. Menepilah dan tunggu hingga kemacetan itu usai.
Bila anda mempunyai banyak waktu, sedangkan kondisi tubuh anda dan penumpang anda kelewat lelah, jangan ragu untuk menepikan kendaraan dan menunggu sampai kemacetan itu usai. Jangan khawatir kemacetan akan terjadi selama-lamanya. Cepat atau lambat pasti akan reda juga. Dan, anda akan tiba di tempat tujuan juga. Yang penting, selain selamat, pikiran dan tubuh anda tidak banyak terganggu.

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.