Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Sulis – Cinta Rasul With Orchestra

Submitted by on 21 March 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.7/5 (3 votes cast)
Artis: Sulis
Album: Cinta Rasul With Orchestra
Jumlah Lagu: 8
Tahun: 2005

Ramadhan 1426. Maghrib. Perlahan saya berkendara pulang kantor melintasi jalan desa menembus sawah-sawah tebu. Di kanan kiri hanya ada tebu berdaun muda lebat yang baru tumbuh setelah dipapras beberapa minggu lalu. Cuaca gelap dan dingin. Hujan baru saja reda. Jalanan basah memantulkan remang petang. Kabut putih turun sangat tebal, sungguh tebal sehingga pandangan hanya dapat menangkap pendar lampu jalanan. Sepi, tak ada yang berpapasan. Mungkin burung pun berhenti terbang. Udara begitu sunyi. Tak biasanya seperti ini.

Dari radio SSFM, adzan pertanda buka puasa dikumandangkan. Seteguk air putih jadi pembasah urat. Lamat-lamat usai adzan dilantunkan sebuah lagu bersyair, “insyaflah wahai manusia… jika dirimu bernoda… dunia hanya naungan… tuk makhluk ciptaan Tuhan… insyaflah wahai manusia.. jika dirimu bernoda… dunia dan akhir masa… kita kembali ke asalnya… dst” Tampaknya dinyanyikan oleh seorang remaja, dengan iringan orkestra, dan koor anak-anak yang cukup memikat.

Sudah cukup sering saya mendengar lagu dan syair Keagungan Tuhan ini dalam beberapa versi, namun mendengarnya dari suara penyanyi sebening ini, dinyanyikan begitu pelan, diiringi orkestra, sambil sendiri di tengah sawah-sawah tebu, yang gelap sepi, penuh kabut tebal, dingin dan basah, usai maghrib, menimbulkan perasaan yang syahdu, bahkan dahsyat menggetarkan diri. Penuh pesona spiritual. Beberapa saat membeku. Semua puisi jadi usang.

Lepas dari keterpanaan, saya telpon stasiun radio SSFM, menanyakan siapa pelantun lagu Keagungan Tuhan tadi. Sang mbak penyiar menjawab dengan ramah, “Sulis.”

Kuasa Ilahi. Sebuah nomor dengan aransemen orkestra yang menarik. Seluruh musik dalam album ini digarap dengan iringan orkestra dan diaransemen oleh Dwiki Darmawan.

Cinta Rasul. Aransemen terdengar berlebihan, terlalu megah, sehingga lebih cocok jadi sound track film epos. Di beberapa nada, Sulis tampak terbawa emosi sehingga agak lepas kendali.

Rindu Bertemu. Dwiki memilih aransemen musik agak dark, padahal akan lebih menarik dan menguatkan lirik jika aransemen dibuat lebih mencerahkan dan inspiratif.

Keagungan Tuhan. Aransemen yang lembut, memberi ruang bagi Sulis untuk bernyanyi dengan beberapa warna suara, mulai dari lembut sampai melengking. Ini nomor yang paling saya suka dari album ini.

Suratan Takdir. Orkestrasi yang menarik.

Ibu. Gubahan dari nomor Ummiy, digarap dengan beberapa permainan orkestrasi yang variatif dan baik.

Tobat. Digubah dari nada-nada shalawat badr yang sudah sangat terkenal, dengan lirik dalam bahasa Jawa. Diaransemen bergaya keroncong yang ngegroove. Menyenangkan.

Sebuah Pengakuan. Nomor lembut yang tidak gegap gempita. Cukup manis.

Siapa yang tak kenal Sulis? Sekarang dia sudah beranjak dewasa. Rasanya saya selalu mengikuti pertumbuhannya, mulai dari bocah kecil sampai remaja, karena setiap tahun Sulis menerbitkan album Cinta Rasul bersama Haddad Alwi. Dan, ini adalah album solo keduanya, atau album serial Cinta Rasul yang ke tujuh.

Album-album Cinta Rasul sendiri merupakan album fenomenal, terutama Cinta Rasul pertama, yang penjualannya berada dalam puncak penjualan album musik Indonesia. Tak heran jika album-album Cinta Rasul pun masuk dalam album yang paling banyak dibajak (jangan masygul Sulis, saya beli kaset orisinal kok, meski di kios kaset kecil pinggir jalan kota Pandaan). Selain itu, sosok Sulis pun agaknya jadi kecintaan orang banyak. Semenjak Sulis, Haddad Alwi dan Cinta Rasul, kini nasyid dan shalawat semakin banyak disenandungkan mulai dari anak sampai dewasa.

Meneruskan album Cinta Rasul yang diiringi orkestra, Sulis meluncurkan album orkestrasi lagi, namun dengan lirik-lirik berbahasa Indonesia. Semua lagu digubah dari lagu atau shalawat yang sudah akrab di telinga, terutama yang mengikuti serial Cinta Rasul.

Aransemen musik ditangani oleh Dwiki Dharmawan. Kehadiran Singgih Sanjaya sebagai orkestrator memberikan sentuhan yang signifikan. Beberapa lagu yang ditanganinya terdengar lebih impresif.

Nomor Keagungan Tuhan jadi terobosan yang menarik. Ke depan team Cinta Rasul bisa menggali khasanah musik Indonesia yang memang digubah untuk penanda kecintaan manusia pada sang Khalik.

Sulis - Cinta Rasul With Orchestra, 3.7 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.