Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Saint Loco – Vision For Transition

Submitted by on 23 May 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.7/5 (3 votes cast)
Artis: Saint Loco
Album: Vision For Transition
Jumlah Lagu: 13
Tahun: 2006

Buka kamus. Saint = santo alias orang suci. Loco = edan. Saint loco? Bukan kumpulan santo, itu pasti. Rasanya tidak ada santo yang hidup dengan tatto-tatto. Kumpulan wong edan juga bukan. Rasanya tidak ada wong edan yang bisa merilis album sehebat ini!

Enam orang dalam Saint Loco: Joe Tirta (voc), Berry (mc) (slavenya salah cetak tuh!), Iwan (guitar), Tius (spin), Gilbert (bass), Nyonk (drum), adalah enam orang bertatto yang cukup membuat saya edan sewaktu pertama kali mencoba membuka CD album ke dua mereka, “Vision For Transition”. CD album ini tidak bisa dibuka! Beberapa detik kemudian saya sadar, mereka memasang cover album di bagian belakang, dan song list di bagian depan. Pantas susah dibuka. Nah, itu baru packing, belum isinya.

Kenapa Saint Loco? Jawabnya gampang. Saya jatuh cinta pada album pertama mereka, “Rock Upon A Time” (2004). Album yang ganas dan hot banget. Dua jempol buat Rock Upon A Time. Nomor Hip Rock yang energetik dan galak itu pantas jadi anthem rockIndonesiakontemporer. Maka sewaktu mereka melempar album ke dua “Vision For Transition”, saya tak banyak pikir untuk comot dari rak Disctarra. Be ready for being loco!

Intro. Be ready. Be careless.

Terapi Energi. Nomor khas dari Rock Upon A Time. Hiprock yang kencang, galak, tapi dengan reff yang lebih melodic. Ya, melodic. Itulah kunci album ke dua ini dibanding album pertama Saint Loco. Kita bisa ikutan nyanyi, sambil headbanging. Asyik men! 

Kedamaian. Surprise juga Saint Loco memainkan musik beginian. Cenderung ngepop, manis, easy listening tapi tetap bertenaga dan rock. Ok, tunjuk satu jari ke atas, let’s make wave together. Ada Astrid (Ratu Cahaya) ikutan sumbang bjorkies-voc-nya. Duet yang cukup membikin merinding. SayangBerry cuman secuil ngemce. Lagu ini asyik di-sing-a-long bareng di stage. 

New Life.Ada aromaLinkinPark. MC yang asyik dariBerry, disambar Joe bergantian. Digawangi Gilbert dan Nyonk menggelegar. Nomor yang galak. I like Gilbert. 

Fallin. Wow! Nomor yang apik, kombinasi permainan musik yang yahud. Reff yang catchy di tengah modern rock yang garang. Salut. 

Get Up. Ini nomor rock yang paling ngerock.Gaya hardrock klasik dari Iwan dengan spinning Tius. Nomor ini bisa jadi favorit pendengar ex tahun 80-an. Di atas panggung nomor ini pasti hot sehot-hotnya buat headbanging. 

Centro. Good choise Tius. Good choise. Centro yang chill dari Tius. Pilihan tepat untuk meluruskan punggung. Sedap. 

Transition. Back to hardrock formula, dengan bas dan drum yang penuh gelegar. Agak monoton di awal, tapi cukup ganas di intermediate. Menurut saya, nomor ini di bawah rata-rata standar Saint Loco. 

Masterplan. Hajar lagi dengan hiprock. Masih dengan formula utama album ini, melodic dan catchy. Ya, tampaknya Saint Loco ingin melebarkan gaungnya ke lebih banyak pendengar. 

Fearless. Pembukaannya ringan-ringan saja, lalu bergerak kencang dan keras, di tengah kembali sedikit exhale, lantas hajar lagi. Saint Loco semakin matang dalam permainan ekspresi. 

Break Away. Nomor hiprock yang dahsyat. Saya suka permainan Iwan di lagu ini. Joe screame habis-habisan, dibalas amukan Bery. I like most. 

Stranger In My Blanket. Meski terkesan mellow di awal, tapi lagu ini ganas. Lagu yang cakep. Semakin hebat saja Saint Loco mengaransemen lagu. I like most too. 

Outro. Bubar! Ciao! I love you guys. 

Superb! Saint Loco bukan hanya main garang, tapi juga mulai menunjukkan kematangan dalam menulis lagu dan album. Saya bisa menikmati mulai first second di intro sampai last breath outro. Semuanya sedap, hot. Kita bisa headbanging, moshing lantas main-main di popies sedikit, lalu headbanging, moshing lagi, lalu ngechill, terus hajar-hajar-hajar sampai akhir lagu. Bener-bener album yang enjoyfull. Mendengar lagu ini, saya serasa menemukan kembali energi usia belasan tahun.

Thanks to Gilbert dengan permainan basnya yang selalu penuh gelegar dan terkadang sedikit nakal. Juga, Nyonk the energy master. Iwan, nggak ada elo, kurang garang. Duo Joe the screamer &Berrydan tentu saja Tius the spinner.

Buat saya inilah album terbaik Indonesia 2006-2007. Materi lagunya cukup komplit. Musiknya kreatif, meski banyak pengaruh musisi luar di sana-sini, but what the hell?! Tapi, Saint Loco bisa membuktikan mereka juga bisa menulis lagu dengan sentuhanIndonesia, di Kedamaian.

Collect this album. It’s more than worth.

Saint Loco - Vision For Transition, 4.7 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.