Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Me vs Rombongan Moge

Submitted by on 22 May 2016 – 12:00 amNo Comment

Puluhan tahun berlalu, rombongan moge masih tetap dengan knalpotnya yang memekakkan telinga, membunyikan sirene, menunjuk-nunjuk dan menyuruh orang lain minggir.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Suatu hari, ketika sedang santai menyetir, tiba-tiba ada seorang pengendara moge menyalip dari sebelah kanan. Tangan kirinya mengacung-acung, memberi isyarat agar saya memberi jalan. Tak lama kemudian, seorang pengendara moge lain menyalip lalu meliuk-liukkan motornya di depan saya. Melalui kaca spion, saya lihat di belakang ada serombongan pengendara moge. Suaranya knalpotnya berderum-derum kencang. Ada yang membunyikan sirene seperti polisi. Seseorang yang lain memepet kendaraan saya, menunjuk-nunjuk, menyuruh saya minggir. Di balik helm, kacamata hitam dan jaket kulit, dia kelihatan seram.

Dalam hati saya geram. Bukannya menepi, saya malah memperlambat laju kendaraan sehingga mereka sulit menyalip. Benar juga, beberapa pengendara moge yang berhasil menyalip menunjukkan gestur marah-marah. Ada yang mengepalkan tangan. Ada yang menatap tajam ke arah saya. Saya berusaha tenang meski grogi juga. Akhirnya semua rombongan moge lewat. Saya tersenyum sendiri. Puas rasanya bisa menggoda orang-orang arogan itu.

Anda mungkin tidak setuju dengan tindakan saya dan menyarankan sebaiknya saya mengalah saja. Para pengendara moge biasanya adalah orang-orang berduit atau pejabat tinggi. Membuat mereka kesal bisa membahayakan diri saya. Arogansi jangan dibalas dengan arogansi.

Anda benar. Waktu itu usia saya masih dua puluh lima tahunan. Masih belum mampu menahan ego. Ketika menginjak usia pertengahan tiga puluhan, saat bertemu rombongan moge saya langsung mengalah, menepikan kendaraan, memberi jalan. Rombongan moge berlalu dengan tetap membunyikan sirene kencang-kencang, knalpotnya berderu-deru, tangan mereka masih menunjuk-nunjuk menyuruh orang lain minggir, memamerkan wajah sangar dan selalu ada saja yang berjalan meliuk-liuk.

Saya memang mengalah dan memberikan jalan, tetapi hati saya tidak. Saya tak rela diberlakukan seperti itu. Saya tak simpati dengan perilaku menguasai jalan raya seenaknya sendiri. Tetapi, demi keselamatan diri sendiri dan keluarga, saya tidak melawan. Sing waras ngalah.

Beberapa hari lalu, saya berpapasan lagi dengan rombongan moge. Tanpa banyak pikir, saya segera minggir dan memberikan jalan lebar-lebar pada mereka. Usia saya menjelang lima puluhan. Tidak ada lagi rasa kesal atau diam-diam mengutuk mereka dalam hati. Saya pikir, semakin tua semestinya hidup semakin lebih ringan.

Kali ini saya memandang rombongan moge itu seperti memandang anak-anak saya yang masih muda. Selayaknya anak-anak, mereka ingin bermain-main dan cari perhatian. Puluhan tahun berlalu, rombongan moge masih tetap dengan knalpot berderu-deru memekakkan telinga, membunyikan sirene kencang-kencang, berlagak sangar di balik jaket kulit dan kacamata hitam, menunjuk-nunjuk ke sesama pengguna jalan dan menyuruh orang lain minggir.

10 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.