Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Paul Van Dyk – The Politics of Dancing

Submitted by on 31 January 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.5/5 (2 votes cast)
Artis: Paul Van Dyk
Album: The Politics Of Dancing
Jumlah Lagu: 22 (2 disc)
Tahun: 2001

Seorang teman yang berprofesi menjadi penyiar radio, presenter tv juga dj, yang sedang bermukim di AS, Dj Tontham, mengirim email liputan nonton tour Paul Van Dyk, The Politics of Dancing 2 Tour di New York.

The Politics of Dancing 2? Wah, wah si PVD tidak kapok-kapok main politik. Sayang sampai sekarang album The Politics of Dancing 2 telat masuk toko-toko cd Indonesia. Walhasil, saya harus mengais-ngais koleksi album, dan memutuskan untuk nulis The Politics of Dancing tak pakai 2. Yah, terpaksa.

Tapi, bagaimana pun album ini tetap menarik disimak (sembari menunggu beredarnya The Politics Of Dancing pake 2 di Indonesia). Yang membuat saya sedikit heran, ternyata The Politics of Dancing adalah album dj mix pertama yang diproduksi oleh PVD. Padahal PVD sudah cukup lama melintang dari satu party ke party lain. Yang lebih heran lagi, PVD mengaku bahwa membuat album dj mix adalah pekerjaan yang paling sulit. Katanya, jauh lebih gampang merekam album artis, karena di situ seorang dj bisa bebas menulis lagu dan tak dibatasi oleh track-track artis lain. Betul juga.

Padahal, mungkin, bagi kebanyakan dj, lebih gampang merekam album dj mix. Dj tinggal memilih materi-materi yang dianggapnya cocok, diedit, dimix dan lantas dicompile. Barangkali itu kenapa album dj mix lebih banyak dijual ketimbang dj artist album. (Tough, ternyata memanfaatkan kebebasan lebih susah ya!) Tapi bukan itu konsep Politics of Dancing yang dimaksud oleh PVD. Ini bukan tentang menselect track, editing, remixing dan memproduksinya. Ini tentang politik!

Ok, yang dilakukan PVD adalah memilih track-track favorit. Menganalisa bagian-bagian yang paling esensial, mencari dan mendapatkan feel dari sebuah track. Bukannya sekedar meremix, tetapi merework bahkan dalam beberapa track PVD me-make over (secara extreme juga!). Misal, memberikan bassline baru, mengubah tempo, dramatisasi vokal. Sehingga muncul track dengan tampilan yang benar-benar beda dan baru. PVD bergerak melintasi genre-genre musik elektronik: trance, progressive, techno, house, break, juga chillout dan ambient. (Note: ingat album ini muncul di tahun 2001, jika didengar di tahun 2005 maka beberapa tune mungkin kedengaran usang.) Hasilnya, sebuah album dengan rambahan dance music yang sungguh mengasyikan. Inilah album yang selangkah lebih maju dibanding album-album dj mix lain. Inilah yang dimaksud PVD dengan politik.

Bagaimana kita memandang dance music? Kebanyakan orang awam, pengusaha dan penguasa menganggap dance music cuma sekedar entertainment. Alat untuk bersenang-senang, melupakan diri, bahkan tak jarang membuat “kerusakan” dan melanggar aturan formal. Karena itu, kita mengawasi dan memperketat aturan bagi tempat tumbuhnya dance music. Banyak club ditutup, rave party dibubar paksa, dance floor digerebek. Apa yang bisa dilakukan oleh artis-artis dance musik? Tidakkah ini jadi keprihatinan? Atau, dibiarkan saja sampai akhirnya kita semua masuk dalam lubang kemalasan kreativitas?

Harus ada gerakan untuk mengubah sudut pandang sempit yang cuma memandang dance music sebagai alat hedonism. Bagi artis besar, seperti PVD, dance music adalah sebuah pencarian. Dance music, sebagaimana bentuk art lain, adalah perjalanan manusia menemukan hal-hal beda dan baru untuk keindahan hidup kita. Ini adalah tentang kreativitas, daya cipta. The Politics of Dancing adalah ajakan PVD untuk terus mencari, menjelajah, merambah keindahan-keindahan baru. The Politics of Dancing adalah sebuah konsep politik melalui gerakan kebudayaan. Di sana dibutuhkan kebebasan yang luas, freemind, kreativitas. The Politics of Dancing bergulat melawan kebuntuan daya cipta, kemalasan dan ketidakpekaan musisi, bahkan melawan kesempitan sudut pandang semua dari kita. Hiks, hiks, saya jadi terharu pada mister Van Dyk ini.

Ok, back to the album. Ada dua cd dalam album ini. Cd satu berisi track-track yang dirancang sebagai pembuka main course yang energetic cool. Dibuka dengan track Digital Reason dari Ashtrax. Memberi tempat lebih luas untuk hits PVD, Vega. Ada nomor hits dari Iio, Rapture dan Timo Maas, Killing Me. Dan, surprise-surprise, Elevation-nya U2 dibongkar habis, menjadikannya salah satu track remix terbaik. Kemudian ada Second Sun dengan Empire (yuummyy!).

Di cd dua, energy dipompa, PVD jadi top dj di puncak party. Dimulai dengan Shout C’mon dari Sagitaire. Ada nomor menarik Blank & Jones, Secret & Lies. Kemudian 4 String dengan Into The Night. Dan ditutup dengan Dreamland dari NU-NRG (my favorite Eruotrance!). Di cd dua PVD sama sekali tak menyelipkan nomornya sendiri. Sedangkan di CD satu dia mengusung tiga nomornya, Vega, Autumn dan Out There.

(Style dua CD dengan dua energy yang berbeda tampaknya diikuti oleh Armin Van Buuren di A State of Trance 2005, dengan membuat sesi Light dan Dark.)

Since the early days of humankind, dancing was always an expression of feeling good, and making someone feeling good is the main intention of DJing.” begitu kata PVD. Tidak mudah melakukan album Djying, karena seorang DJ tidak bisa berinteraksi dengan crowd, memimpin party wilders, mengarahkan gelombang. PVD berusaha keras agar first album dj mix-nya ini bisa membuat orang bergoyang dan tampak hidup seolah di habitat aslinya: dance floor.

CD One:
1. Ashtrax – Digital Reason
2. Joker Jam –  Innocence
3. Private Taste – First
4. Jimpy – Feeling Good
5. Paul Van Dyk – Vega
6. Southern Comforter – TBC
7. Iio – Rapture
8. Slipping Soma – So Alive
9. Timo Maas – Killing Me
10. Maja Na Damu – B.W.Y.
11. U2 – Elevation
12. Paul Van Dyk – Autumn
13. Viprama – Cristalle
14. Solicitoud – Furthermost
15. Subsky – Four Days
16. Second Sun – Empire
17. Paul Van Dyk – Out There

CD Two:
1. Sagitaire – Shout C’mon
2. Mirco De Govia – Evic Monolit
3. Ralphie B – Massive
4. David Forbes – Questions Must Be Asked
5. Way Out West – Activity
6. Connector – Interference
7. Blank & Jones – Secret & Lies
8. Lexicon 4 – Reach Me
9. Jamnesia – Reset
10. 4 String – Into The Night
11. Activex – Let’s Go
12. Signum – In Progress
13. Walter & Gelder – Section O
14. Solid Sleep – Club Attack
15. Guardians of The Earth – Star Children
16. Nu-NRG – Dreamland

Paul Van Dyk - The Politics of Dancing, 3.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.