Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Paul Anka – Rock Swings

Submitted by on 1 April 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.7/5 (3 votes cast)
Artis: Paul Anka
Album: Rock Swings
Jumlah Lagu: 14
Tahun: 2005

“Paul Anka,” begitu jawab Ivan Arbani, penyiar Hard Rock FM Surabaya, di ujung telepon. Saya baru saja mendengarkan Smells Like Teen Spirit milik Nirvana di acara Good Morning Hard Rockers sambil terbahak-bahak. Bagaimana tidak terbahak-bahak, lagu grunge ini tiba-tiba berubah ujud menjadi swing. It’s very grandpa! But, it’s really really really funny. Memang bukan Kurt Cobain, dan tak mungkin dia mau menyanyi seperti itu. Tapi, Paul Anka.

Paul Anka yang mana? Yang terlintas dalam benak saya cuma Paul Anka pencipta My Way, yang dinyanyikan oleh Frank Sinatra. Apa kakek-kakek yang satu ini masih exist? It’s a good question asked by MTV generations.

Setelah sejenak berselancar di internet, memang benar, Paul Anka merilis album baru: Rock Swings. Ini menambah panjang deretan album-albumnya. Kata Wikipedia, Paul Anka sudah menulis dan merekam lebih dari 900 lagu, lebih dari 124 album dalam lima bahasa. Wow! Billboard mensejajarkannya setara Elvis Presley dan The Beatles. Bahkan dia adalah satu dari hanya sedikit artis yang albumnya masuk dalam Billboard Top 50 selama lima dekade berturut-turut.

Di daftar lagu album Rock Swings ini berderet judul-judul lagu rock dari era 80 sampai 90-an, mulai dari Eyes Without A Face-nya Billy Idol sampai It’s My Life-nya Bon Jovi. Ada Oasis, Nirvana, The Cure, Van Hallen. Pecinta rock tahun 80-an pasti kenal mereka. Ok, tidak semuanya rock. Terselip nama Lionel Ritchie, Pet Shop Boys, Eric Clapton, dan tak ketinggalan, Michael Jackson.

Apa semuanya dibedah jadi swing? Lucu melihat rocker garang berdansa swing. Idenya boleh juga, meski Robbie Williams juga pernah nge-swing when you’re winning. Tetapi rasa penasaran ini sedikit bercampur jeri, rocker puritan bakalan sakit hati lagunya diperolok-olok bak opa-opa dan oma-oma!

It’s My Life (Bon Jovi). Let’s start the party. Nomor rock milik Bon Jovi ini dimainkan amat meriah dan menyenangkan dalam irama Vegas swing, dengan aransemen brass section yang bertenaga, permainan piano yang lincah dan tentu saja pukulan drum yang lincah.

True (Spandau Ballet). Dibuka secara lembut, lantas tekanan naik sedikit, kemudian lembut lagi. Dengan irama nge-jazz dan brass section yang manis. Lagu True ini memang sudah indah dari sononya. Ia pernah dimainkan dalam berbagai versi, mulai dari versi orisinal yang pop-rock, kemudian beberapa kali jadi pengiring rap dan hip-hop, lalu electronica, dan kini swing. Semuanya sedap!

Eye of the Tiger (Survivor). Hahaha, swing yang asyik. Lagi-lagi brass section yang gempita dan bertenaga, dilatarbelakangi oleh bass line khas swing yang santai. Paul menyanyikannya penuh emosi, dan sedikit bercanda ketika di akhir lagu menggeram “rrrrr” menirukan suara macan.

Everybody Hurts (REM). Ini lagu cantik. Dimainkan lembut. Meski Paul menyanyikannya dengan cengkok swing jazz, terutama di bagian “sometime”, lagu ini tidak kehilangan karakternya.

Wonderwall (Oasis). Awalnya agak sulit mengenali lagu milik Oasis ini, karena lagu yang biasanya suram ini berubah jadi menyenangkan, dan danceable. Really fun! Tampaknya Noel Gallagher perlu belajar dari Paul bagaimana menikmati hidup.

Blackhole Sun (Soundgarden). Waw, nomor milik grup hingar bingar Soundgarden ini digubah dalam tempo lambat menjadi lembut indah. Dibuka oleh permainan piano, lantas masuk ke jiwa swing yang menyenangkan. Permainan flute di pindahan pertama cukup manis. Chris Cornel patut berterima kasih.

It’s a Sin (Pet Shop Boys). Tiba-tiba teringat Michael Frank, lagu band electronic ini berubah ujud dari bossanova yang ringan.

Jump (Van Halen). Paul bermain-main penuh fun di nomor ini. Kita bisa mengenali Jump di awal-awal bait. Namun reffrain “jump” betul-betul berada di dunia lain. Hahahaha.. Saya tak henti terbahak membayangkan para rocker menangis semalaman mengenang lagu ini (David Lee Roth mungkin terbengong-bengong). But, why not? It’s really fun. Meski Paul terlihat kesulitan menggubah bagian ini.

Smells Like Teen Spirit (Nirvana). Bisa-bisa grunger akan mual-mual mendengar “a mulatto, an albino, a mosquito, my libido” dilantunkan lewat vokal Paul dengan iringan brass section. Lagu kebangsaan para grunger tiba-tiba dinyanyikan para opa sambil berdansa ceria. Anyway, this is good arrangement.

Hello (Lionel Richie). Nomor lembut yang mestinya bisa digantikan dengan nomor Ritchie lain. Misal: Dancing On The Ceiling (jika berani menghadapi tantangan), atau Stuck On You (jika ingin meringankan beban para arranger). Nomor lembut ini, seperti halnya Tears In Heaven, menjadi batu sandungan Paul, meski toh kita tetap bisa menikmati sajiannya.

Eyes Without a Face (Billy Idol). Saya terhenyak ketika bait pertama lagu ini dilantunkan, luar biasa! Nomor ini seolah ditulis untuk swing, bukan rock. Paul menemukan sisi cantik dari nomor milik si bibir ndower Billy Idol. Nomor ini sungguh indah. Love it very much.

Lovecats (The Cure). Bossanova lagi, dengan solo saxophone di tengah lagu. Agak sulit mengenali lagu ini, namun sekarang ia cocok masuk acara jazz traffic.

The Way You Make Me Feel (Michael Jackson) . Hahaha, terbayang moonwalk salah langkah? Lagu ini digubah dengan beat lebih ringan, brass section yang meriah, bassline yang membikin kepala mengangguk-angguk meski bukan tanda setuju dan ketukan drum yang nyantai.

Tears in Heaven (Eric Clapton). Saya harus bersusah payah untuk mengenali lagu yang pernah dinobatkan sebagai lagu terbaik ini. Tampaknya Paul bersusah payah untuk mengubah lagu ini. Namun hasilnya tidak begitu memuaskan. Mungkin di lain waktu ia perlu memilih nomor I Shot The Sheriff.

Hahaha..! Bravo..! Bravo..! Saya tak berhenti ngakak sepanjang album ini diputar. Sungguh menyenangkan! Sungguh menggembirakan! What an album. What a amazing experience! Hampir di setiap lagu berakhir saya harus memberikan standing ovation buat Paul Anka, para arranger (Randy Kerber, Patrick Williams, John Clayton), para musisi anggota big band, orchestrator, dan semua artis. Mereka benar-benar telah menunjukkan kualitas musicianship yang amat tinggi, superb, jenial. Semuanya bermain nyaris sempurna. Hampir tak ada gangguan. Kepemimpinan conductor juga luar biasa. Record-nya pun amat baik. Benar-benar album musik yang digarap dan dimainkan oleh five stars rated musicians. Great!

Ok, back to the project. Tampaknya Paul Anka tak main-main dengan proyek ini. Dia secara sungguh-sungguh memperlakukan setiap nomor seperti ciptaannya sendiri. Dia tak serta merta mengambil mentah-mentah setiap nada. Di beberapa lagu yang memang dari sananya telah indah segera dikenali. Namun, beberapa nomor lain baru bisa dibandingkan pada reff. Beberapa yang lain benar-benar berubah. Bahkan di sebuah nomor, Paul hanya meminjam aromanya.

Pertanyaannya, apakah begitu layak seorang Paul Anka mengenyahkan nyawa rock dan menghidupkannya lagi dalam rasa swing? Jawabnya, inilah dunia bebas interpretasi. Kita hargai upaya Paul dalam melihat dunianya. Meski beberapa syair, misal: “a mulatto, an albino, a mosquito, my libido” dari text Smells Like Teen Spirit tampak dihinadinakan dalam iringan brass section. Begitu juga ketika Paul berteriak, “Jump”. Tentu saja, setiap rocker akan membenci hal ini.

Namun jika kita berkenan melepaskan semua sekat-sekat dalam musik, yang sama sekali memang tidak diperlukan, patut diakui beberapa nomor tampak lebih cantik dibanding saat ia mengenakan jasad rock. Contoh terbaik: Eyes Without A Face-nya Billy Idol. Nomor jadi luar biasa. Contoh lain, Blackhole Sun milik Soundgarden tampak jadi everlasting ballad. Di sini lain, kita bisa melihat bahwa sebuah nomor yang cantik akanlah tetap cantik dalam pakaian apa pun yang ia kenakan. Lihatlah, True-nya Spandau ballet. Lagu ini telah bermetamorfosis dari pop-rock, lalu rap, electronic dance, dan kini swing. Ia tetap begitu indah.

Anyway, I love this album. You should listen. It perfectly works. Thanks e loud Paul.

 

Paul Anka - Rock Swings, 3.7 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.