Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » National Geographic Indonesia

National Geographic Indonesia, Edisi Juli 2015

Submitted by on 20 July 2015 – 12:00 amNo Comment

 National Geographic Indonesia, Edisi Juli 2015Majalah: National Geographic Indonesia
Edisi: Juli 2015
Penerbit: Gramedia Majalah
Tahun: 2015

Artikel “Menguntit Sang Penjagal” adalah contoh artikel yang sempurna, setidaknya begitu menurut saya. Artikel ini bercerita tentang perburuan virus Ebola ke jantung hutan dimana korban-korban pertama jatuh saat wabah Ebola merebak di tahun 2014.

Pertama, David Quammen menulis kisah Ebola ini dengan telaten. Ia merinci bagaimana virus ini muncul lalu raib, lalu muncul lagi dan menimbulkan kegemparan di masyarakat. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, justru penulis menunjukkan betapa keras upaya para peneliti menemukan dimana sesungguhnya Ebola bersembunyi dan mencari cara untuk mengalahkannya. Masalah Ebola adalah urusan ilmu pengetahuan, dan kita berlomba dengan waktu.

Kedua, yang paling mengesankan, adalah karya fotografi oleh Pete Muller. Potret-potret di artikel ini bukan sekedar pelengkap, melainkan menjadi esai tersendiri yang bercerita betapa mencekamnya Ebola. Kengerian, kesedihan, ketidaktahuan, kelelahan melawan Ebola digambarkan dengan gambar-gambar yang memikat – dalam arti, ia mengusik langsung pada titik kesadaran kita. Tentu saja, dibutuhkan nyali besar dari sang pemotret untuk menembus kerumunan kalong, menemui pasien yang sekarat, hingga menyisir rumah sakit dan perkuburan masal korban kekejaman virus ini.

Satu judul artikel, dua esai – satu esai berupa teks dan satu lagi berupa fotografi – adalah sajian terbaik dari yang terbaik selama ini.

Good Reads

Mengikuti Jejak Langkah Gandhi. (Artikel: Tom O’Neill. Foto: Rena Effendi.) 12 Maret 1930 Gandhi dan sekitar 78 lelaki pengikutnya memulai perjalanan sarat makna. Mereka akan menempuh 388 kilometer selama 25 hari menuju Laut Arab. Mereka menyuarakan penentangan terhadap undang-undang pemerintah Inggris yang melarang rakyat India memanen garam dari laut tanah air mereka sendiri. Mereka menyebutnya Salt March atau Arak-arakan Garam.

Namun Gandhi mempunyai agenda lain yang lebih besar. Selama perjalanan Gandhi menyuarakan lebih banyak penentangan: menentang barang produksi Inggris dan mendorong kebangkitan industri tradisional, menentang perlakuan diskriminatif terhadap kaum terpinggirkan dan menyebut mereka sebagai anak-anak Tuhan, menentang kekerasan terhadap wanita, kaum miskin, perbedaan kasta dan agama. Gandhi ditangkap dan dipenjara hampir sembilan bulan karena arakan-arakan ini membengkak menjadi gerakan yang menuntut kemerdekaan. Untuk pertama kalinya masyarakat India – dari kasta tinggi hingga rendah, pria dan wanita, Hindu dan Muslim – untuk pertama kalinya bergabung dalam unjuk rasa menentang pemerintahan Inggris.

Arak-arakan itu sendiri tidak mampu menggulingkan pemerintahan Inggris, namun mulai melemahkan sendi-sendinya. Kemerdekaan India baru diperoleh 17 tahun kemudian. Dan, ironisnya hanya lima setengah bulan setelah India merdeka, Gandhi wafat diterjang tiga peluru seorang ekstrimis Hindu.

85 tahun kemudian, seberapa terangkah cahaya arak-arakan itu hari ini? Apakah sang Mahatma – jiwa yang agung – itu masih menyala di bangsa India? Pertanyaan ini secara jitu dijawab oleh Tom O’Neill,  “Kehadiran Gandhi sama jelasnya dengan ketidakhadirannya”. Gandhi ada dimana-mana namun tak terlihat dimana pun.

Wajah Gandhi tampak di lembaran uang Rupee. Patungnya berdiri di banyak tempat. Fotonya masih dipasang dan dipuja banyak rakyat India. Namun Gandhi tak tampak ketika kita melihat kehidupan kota besar yang kacau balau, demam materialitas yang melanda kelas menengah dan atas semakin menjadi-jadi, kekerasan dan perkosaan wanita menjadi berita yang memilukan, penganut Hindu nasionalis terpilih sebagai pemimpin negara, India menjadi salah satu negara gudang senjata nuklir. India kini berhadap-hadapan dengan Gandhi.

Akhirnya Pluto. (Artikel: Nadia Drake. Gambar: Dana Berry.) Januari 2006 wahana antariksa New Horizons diluncurkan dari Cape Veneral Air Force Station. Setelah mengarungi angkasa hampir satu dekade – setelah melewati Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus – tanggal 14 Juli 2015 New Horizons akan mendekati Pluto hingga 12.500 kilometer. Diharapkan misteri Pluto, yang telah dihapus dari daftar planet namun muncul kembali sebagai planet kerdil, tersingkap dan menyisihkan berbagai spekulasi selama ini.

Pesta Pora Orca. (Artikel: Virginia Morell, Foto: Paul Nicklen, Gambar: Fernando G. Baptista, Daniela Santamarina, Emily M. Eng.) Setiap penelitian baru tentang orca selalu memantik kekaguman baru. Kali ini, Tiu Simila mendokumentasikan kawanan orca berburu ikan hering bersama paus bungkuk (humpbacks) di perairan Andfjorden, Norwegia. Karena paus bungkuk menggunakan metode mirip pusaran makanan, muncul dugaan dua mahluk raksasa itu bekerja sama dalam memburu mangsa.

Ini sedikit membingungkan, karena biasanya orca menangkap ikan hanya bersama kelompoknya saja. Selain itu, selama ini orca justru memangsa paus sperma, paus abu-abu, paus sirip, paus bungkuk dan banyak jenis paus lainnya. Namun setelah sekian lama menghabiskan waktu bersama orca, dugaan kerja sama orca dan paus bungkuk itu dihapus. Orca tercatat sebagai hewan cerdas yang memiliki kebiasaan tolong-menolong, bisa mengingat masa lalu, dan bertanggung jawab mengurus anggota yang lemah.

Paus bungkuk itu hanya merampok buruan orca. Setiap kali orca berhasil mengepung kawanan haring, paus bungkuk datang merecoki. Akan tetapi, tampaknya orca tidak keberatan. Mereka tidak pernah berusaha menghindari pendompleng, tidak pula melawan atau mengusirnya. Mereka tahu perairan ini memiliki cukup banyak ikan haring untuk semua, dan mereka pun berbesar hati untuk berbagi.

Ebola. Menguntit Sang Penjagal. (Artikel: David Quammen. Foto: Pete Muller.) Selama hampir 40 tahun sejak pertama kali merebak tahun 1976 di Zaire, ilmuwan masih belum menemukan inang utama virus Ebola. Virus ini diketahui berada di kelelawar, kera atau mamalia lain yang kemudian menular ke manusia. Darimanakah kelelawar mendapat virus ini? Sampai saat ini belum diketahui dimana sesungguhnya virus Ebola bersembunyi. Di antara dua wabah, virus ini seolah raib. Ilmuwan menduga, inang utama virus ini adalah serangga, kutu atau artropoda yang menggigit kelelawar. Mengingat wabah Ebola relatif jarang terjadi, maka inang utama tersebut kemungkinan termasuk langka atau memiliki habitat yang sangat sempit.

Food Truck. Terus Bergulir. (Artikel: David Brindley. Foto: Gerd Ludwig.) National Geographic goes pop, demikian yang ada di benak saya ketika menyimak artikel ini. Mungkin saya salah, meski hampir semua menu andalan dari food truck adalah makanan cepat saji yang bisa disantap sambil berlarian di zebra cross, tetap ada tuntutan untuk menyajikan hidangan segar dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Inilah lanskap tentang manusia urban, makanan dan sensasi-sensasi ekstrinsiknya.

Jelajah Antartika. (Artikel: Freddie Wilkinson. Foto: Cory Richards.) Selalu ada artikel petualangan klasik ala National Geographic yang menggiurkan. Kisah penjelajahan Antartika tak pernah membosankan; tentu saja bila disertai foto-foto dramatis terbaru.

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.