Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Maaf, Kasir Tak Boleh Menulis di Rubrik Surat Pembaca

Submitted by on 14 August 2016 – 12:00 amNo Comment

Saya belum pernah membaca ada kasir yang menulis di rubrik Surat Pembaca di koran yang mengeluh tentang perilaku pelanggan yang menyebalkan.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Saya pernah baca di koran, ada seorang ibu menulis surat pembaca tentang perilaku yang dianggapnya tak mengenakkan dari kasir di supermarket terkenal. Kasir itu menampakkan wajah cemberut dan tidak sopan. Saat ditegur baik-baik oleh si ibu, bukannya minta maaf, kasir perempuan muda itu malah menantang dilaporkan saja ke supervisornya. Bukan cuma lapor ke supervisor, si ibu lalu menulis surat ke koran dan dimuatlah kekesalannya ke seluruh dunia.

Menurut si ibu, kejadian ini berawal saat ia lupa menimbang buah yang dibelinya. Si kasir harus pergi ke bagian penimbangan, namun karena enggan, ia minta bantuan petugas lain. Sayangnya tidak ada  petugas yang bisa segera membantu. Si kasir pun pergi sendiri sambil bersungut-sungut. Kemudian terjadilah sedikit perang mulut.

Saya tidak tahu apa kelanjutan surat pembaca tadi. Tetapi saya berharap si kasir tidak dipecat dan si kemarahan si ibu bisa reda setelah tahu suratnya dimuat di koran.

Kemarin saya dan keluarga berbelanja untuk kebutuhan rumah tangga bulanan di hipermarket langganan. Situasi sedang ramai-ramainya. Maklumlah, kemarin adalah malam minggu yang bertepatan dengan akhir bulan dimana banyak pegawai sudah menerima gajian.

Semua loket kasir penuh antrian. Tidak ada kasir yang berleha-leha. Semua bekerja dengan muka serius menghitung barang belanjaan, menembak kode barcode, lalu menghitung uang. Mereka harus bekerja cepat dan tepat. Jika ceroboh, bukan hanya akan diomeli pembeli, supervisornya akan ikut marah-marah, bahkan mungkin mereka harus tekor karena salah menghitung uang.

Suasana sangat riuh. AC tak mampu menghilangkan udara panas. Meski para kasir itu sudah berdandan dengan lipstik, bedak, dan maskara tebal, namun itu percuma saja. Keringat membuat riasan mereka jadi campur aduk. Tetapi itu bukan masalah serius. Yang bisa memicu kekesalan adalah mesin kasir yang tiba-tiba ngadat, label produk yang tidak terbaca oleh scanner, pelanggan yang membatalkan pembelian, pelanggan yang lupa menimbang barang, sampai produk sabun yang bocor hingga menetes kemana-mana, atau pelanggan yang rewel meminta macam-macam sambil marah-marah tak jelas.

Di antrian itu saya teringat surat pembaca yang saya ceritakan di atas. Kita sering membaca pelanggan yang mengeluh tentang berbagai hal. Tetapi, saya belum pernah membaca ada kasir yang menulis dukanya saat menghadapi perilaku pelanggan yang tidak mengenakkan. Mungkin surat itu pernah ada, namun para redaktur koran tidak tertarik memuatnya, karena adalah nasib kasir untuk menghadapi berbagai macam pelanggan; mulai dari yang sopan, uring-uringan sampai yang genit dan jahil.

1 Mei 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.