Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Kita Dipersatukan Oleh Merek

Submitted by on 24 July 2016 – 12:00 amNo Comment

Kehidupan sosial kita ternyata bisa disatukan oleh suatu merek produk. Banyak dari kita yang berbeda agama, politik, dan suku bangsa bisa melebur erat berkat merek.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Malam minggu saya mengajak anak-anak dan istri berjalan-jalan. Ini agenda rutin. Seperti layaknya keluarga jaman sekarang, kami menghabiskan waktu di mall. Sekedar cuci mata dan window shopping. Sesekali kami masuk toko. Melihat-lihat barang yang ada. Jika ada barang menarik, kami akan tanya dan coba-coba, lalu mengembalikan ke raknya. Bila tak ada keperluan, kami tidak membeli, kecuali ada yang merengek-rengek berat. Biasanya acara jalan-jalan ditutup dengan makan malam murah meriah.

Kali ini istri saya usul untuk tidak ke mall tetapi makan malam di warung iga penyet kesukaannya saja lalu putar-putar keliling kota. Bosan juga setiap minggu ke mall dan tak ada yang dibeli.  Anak-anak tak keberatan. Saya pun ikut setuju.

Warung iga penyet yang dimaksud letaknya di ujung jalan perumahan elit di pusat kota. Bila malam minggu tiba di sepanjang jalan perumahan banyak klub motor dan mobil berjajar memamerkan koleksi dan keunikan mereka.

Malam itu ada klub motor Kawasaki Ninja. Kebanyakan motornya berwarna hijau. Anggotanya cukup banyak. Tak jauh dari situ, ada klub motor Honda CBR. Menurut saya, penampilan Honda CBR lebih gagah. Pasti lebih mahal. Yang show off malam itu tak banyak, tapi jelas mereka lebih mentereng. Di seberang jalan ada klub mobil Toyota Yaris. Bukan sembarang Yaris, tetapi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampil lebih garang. Selain klub mobil Yaris, saya sempat lihat berjajar mobil Honda Jazz, semacam jeep kuno dan motor-motor lain.

Setahu saya setiap merek mobil dan motor berlomba-lomba membentuk klub dan komunitas. Mulai dari merek kebanyakan, seperti Toyota, Suzuki, Yamaha sampai merek ekslusif, seperti Mini Cooper. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi dan meningkatkan loyalitas konsumen. Sebagian klub lain dibentuk dan dibiayai oleh para pengguna sendiri sebagai ajang tukar-menukar info dan bersosialisasi.

Untuk merek kebanyakan, mereka memamerkan stiker nama klub di kaca mobil atau dashboard motor. Sedangkan untuk merek kelas atas, tak perlu stiker. Logo merek sudah cukup sebagai sebuah pernyataan. Kegiatan klub juga macam-macam, mulai dari cuma nongkrong asyik, touring, sampai bakti sosial. Apa pun itu, yang penting klub bisa eksis.

Ya begitulah situasi masa kini. Kehidupan sosial kita ternyata bisa disatukan oleh suatu merek produk. Banyak dari kita yang berbeda agama, politik, dan suku bangsa bisa melebur erat berkat merek. Kita bersosialisasi tanpa sekat karena menggunakan merek yang sama. Kita mengisi sebagian waktu untuk kejayaan merek. Merek adalah identitas. Merek adalah eksistensi.

26 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.