Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Kings Of Convenience – Riot On An Empty Street

Submitted by on 7 March 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.3/5 (3 votes cast)
Artis: Kings Of Convenience
Album: Riot On An Empty Street
Jumlah Lagu: 12
Tahun: 2004

Jika anda tinggal di sebuah negara yang sepanjang tahun turun hujan, bersama cuaca dingin yang memaksa anda untuk lebih banyak mendekap di sofa, melihat tetes-tetes air hujan di jendela, sambil menghirup minuman hangat, lagu apa yang kira-kira anda ciptakan? Sebuah lagu lembut romantik? Atau, lagu hingar bingar yang dinamis?

Erlend Øye dan Erik Glambek Bøe adalah dua pemuda yang tinggal di Bergen, di semenanjung barat Norwegia. Bergen adalah ibukota hujan di seluruh negara-negara Skandinavia. Mereka berteman sejak lama. Sama-sama memainkan gitar akustik. Terkadang juga memainkan piano dan drum. Mereka banyak mendengarkan lagu-lagu Air, Belle & Sebastian, Tortoise, The Sea and Cake, dan Mojave 3. Lantas, mereka membentuk duo musik Kings of Convenience, dan merilis album Riot On An Empty Street. Riot On An Empty Street adalah album kedua, setelah Quiet Is The New Loud.

Dan, lagu-lagu yang mereka ciptakan tak jauh dari imajinasi kita tentang sebuah kota yang terus-menerus dirintiki hujan, dingin, teduh. Tentang bagaimana menghargai kehangatan, menciptakan kenyamanan, dan tentu saja keindahan. Hampir seluruh lagu di album ini adalah tentang musikalitas kehangatan dan kenyamanan yang dimainkan dengan “musiciancraft” tinggi.

Single pertama mereka, Misread, ketika dirilis sungguh memberikan perspektif baru mengenai arah musik klasik, akustik yang penuh harmoni indah di tataran musik pop kini. Juga single berikutnya I’d Rather Dance With You jadi inspirasi bahwa akustik bisa juga bermain penuh funky. Sehingga meninggalkan Simon & Garfunkel atau Belle & Sebastian di belakang jejak mereka.

Homesick. Folky yang lembut, dengan permainan duet gitar akustik (nylon & string) yang sederhana, namun manis, penuh harmoni. Very pleasant.

Misread. Outstanding! Lagu terbaik di album ini. Nomor yang lembut, beat ringan oleh gitar dan bass akustik, dipercantik piano dan gesekan cello. What a beautiful harmonic. Brilliant!

Cayman Islands. Nomor akustik, duet gitar dan cello yang lembut. Laid back on sofa song.

Stay Out Of Trouble. Nomor dengan beat ringan oleh kocokan gitar dan bas akustik ala Simon and Garfunkel.

Know How. Digarap bersama Leslie Feist, dengan nada-nada unik dibanding nomor-nomor sebelumnya. Sentuhan Feist cukup mengubah arah mood album. One of my favorite.

Sorry Or Please. Kali ini Kings of Convenience menggunakan drum untuk beat yang lebih keras, namun tetap pada jalur convenience mood, dengan aroma akustik. Ada tambahan permainan horn dan banjo yang menjadikan lagu ini lebih bertexture.

Love Is No Big Truth. Mid tempo. Cara melantunkan vokal duo Kings of Convenience ini agak menjemukan dan membuat ngantuk. Beruntung permainan banjo cukup menghibur.

I’d Rather Dance With You. Another outstanding track. Sebuah lagu yang menyenangkan, dengan beat yang lebih riang, lebih cerah dibanding nomor-nomor lain, uptempo, bergaya jazzy. Style vocalnya pun lebih hidup. What a tasteful song. Membuktikan bahwa Kings of Convenience juga mampu bermain funky namun tetap polite.

Live Long. Ada aroma style jazzy Michel Frank. Casual listening song.

Surprise Ice. Another Simon and Garfunkel mood, atau mungkin Norway folkiesh sound. Duet vokal dengan gitar akustik. Sebuah nomor dramatic yang cukup manis.

Gold In The Air Of Summer. Seperti nomor Homesick, namun lebih mellow. Tetap di jalur akustik gitar dengan sisipan piano dan horn.

The Build Up. Nomor yang membosankan, lebih karena cara menyanyi yang kurang improvisasi sepanjang album. Untung di tengah-tengah lagu, Leslie Feist memberikan outers vocalnya sehingga lagu berubah jadi lebih menarik, (meski di beberapa nada tampaknya Feist oversinging) sayang tidak disertai aransemen lagu yang lebih bertexture untuk mengimbanginya.

Album yang amat impressif. Seluruh lagu ditulis dan diaransemen cukup detail, rapi dan melodic, dengan pemilihan nada-nada klasik yang mudah akrab di banyak pendengar, namun tidak sampai jatuh pada lagu yang terkesan usang. Kuncinya adalah harmoni dijaga dengan baik, begitu juga penggunaan sound serta alat musik, agar tetap pada jalur convenience. Akan jauh lebih menarik pendengar kontemporer jika duo Kings ini berani menyisipi teknik-teknik bermain alat musik yang lebih modern, tidak hanya melulu mengandalkan teknik klasik.

Satu-satunya hal yang mengganjal adalah cara duo Kings ini melantunkan vokal di sepanjang album terkesan dalam, dingin dan kurang improvisasi (pengecualian pada nomor I’d Rather Dance With You yang cukup funky) sehingga beberapa saat sempat membosankan, jika tidak tertolong oleh nada dan harmoni yang indah. Kehadiran Leslie Feist cukup signifikan, baik dalam penulisan, maupun penyanyian. Mungkin di album ke depan, Kings bisa menyertakan female vocalist di beberapa nomor. Tentu saja, convenience bukan berarti kejemuan.

Anyway, ini adalah album cantik yang sayang jika diabaikan begitu saja. Jika anda sedang duduk di sofa, ditemani cuaca hujan dan udara dingin, bersama secangkir teh panas, atau pelukan seorang kekasih, maka album Kings of Convenience, Riot On An Empty Street, ini bisa jadi teman hangat.

 

Kings Of Convenience - Riot On An Empty Street, 4.3 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.