Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Kenapa Niat Baik Tak Selalu Berhasil Baik

Submitted by on 31 July 2016 – 12:00 amNo Comment

Sayangnya niat baik tak selalu memberikan hasil yang baik. Bukan karena caranya yang tidak baik, melainkan karena masa lalu kita yang tidak baik.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Teman saya, Irfan, menggerutu. “Apa salah aku? Niatku baik. Yaitu, mengingatkan supaya kita jangan banyak bergurau. Kita ini sudah tua. Sudah waktunya berubah dan banyak beribadah.”

Saya dan beberapa teman alumni ex kantor lama membentuk grup chatting. Sebagaimana grup chatting yang anggotanya adalah teman-teman lama, maka isinya bisa diduga. Ada yang suka memosting cerita dan gambar lucu. Ada yang rajin mengirim artikel kesehatan, berita dan macam-macam. Sedangkan Irfan hampir setiap hari menulis nasehat-nasehat agama yang banyak diberi jempol oleh teman-teman lain. Hingga suatu saat…

Irfan menegur Tarso yang mengirim gambar, yang menurut Irfan, seronok dan tak pantas. Irfan merasa punya hak untuk menegur karena dia adalah administratur grup. Soal pantas atau tidak, memang bisa diperdebatkan panjang lebar. Yang pasti, gambar itu sedang menjadi viral di berbagai grup.

Tarso tak suka dengan teguran itu. Bukannya minta maaf, Tarso malah menganggap kirimannya bagus untuk menyegarkan suasana. Irfan membalas keberatan Tarso dengan beberapa kalimat tausiyah. Kali ini Tarso menyerang, “Kita semua tahu masa muda kamu Fan. Tak usah sok alim. Kita ini sebenarnya sama saja.” Saya juga tahu masa lalu Irfan. Dia dikenal sebagai karyawan yang agak bengal, suka berpacaran sana-sini, shalat pun tidak. Saya juga mengenal Tarso dan beberapa rekan lain yang bandel-bandel. Yah, namanya juga masih muda.

Waktu selalu punya cara untuk mengubah seseorang. Sepertinya Irfan telah jauh berubah dibanding dulu. Melihat isi posting-postingnya, saya yakin Irfan banyak belajar agama dan punya tekad untuk berdakwah. Keberaniannya menegur Tarso tentu berasal dari keyakinan yang kuat.

Serangan Tarso membuat Irfan mendidih. Siapa yang tidak panas mengetahui masa lalu yang “buruk” dibuka dihadapan orang banyak. Irfan mengatakan bahwa ia sudah berubah dan tak mau lagi disangkut-pautkan dengan masa lalunya. Ia menyarankan Tarso untuk segera bertaubat mumpung masih diberi waktu.

Saya yakin Irfan berniat baik. Sayangnya niat baik tak selalu memberikan hasil yang baik. Bukan karena caranya yang tidak baik, melainkan karena masa lalu kita yang tidak baik. Kita bisa mengubah diri sendiri, tetapi kita tak bisa memaksa orang lain mengubah pandangannya terhadap masa lalu kita. Itu disadari Irfan. Ia tahu ia tak bisa mengubah masa lalunya. Itu kenapa ia lantas keluar dari grup dan membuat grup alumni sendiri yang anggotanya ia pilih sendiri; yaitu teman-teman yang sering memberi jempol pada posting-postingnya. Dan saya tidak termasuk di dalamnya.

26 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.