Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

John Mayer – Continuum

Submitted by on 20 June 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.5/5 (2 votes cast)
Artis: John Mayer
Album: Continuum
Jumlah Lagu: 12
Tahun: 2006

John Mayer. Hmm, saya sedang mendengar album musik dari salah satu anak muda berbakat yang selalu menarik minat saya. Pertama kali mendengar Back To You dari Room For Squares, saya kecele. Saya pikir lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh seorang senior jazz, ternyata oleh anak muda yang belum juga berumur 25 tahun.

Tahun 2006 John Mayer datang lagi dengan studio album ke tiganya, Continuum. Kali ini John bukan hanya menulis, nyanyi dan main gitar, John memproduseri album ini bersama Steve Jordan. Tampaknya John ingin benar-benar menangani album ini bagai anaknya sendiri.

Begitu proudnya dengan Continuum, pada tanggal 23 Agustus 2006, John memutar seluruh album ini di 98.7 Star FM,Los Angeles. John bertindak sebagai annoucer. Pendekatan yang cukup menarik (yang juga menunjukkan betapa confidentnya John), sekaligus beresiko secara bisnis, karena tak lama kemudian rekaman acara tadi tersebar ke berbagai situs internet dalam bentuk MP3 dan siap didownload secara bebas. Saya sendiri punya MP3-nya. Hahaha.. hahaha.. Tapi tentu saja kita tak bisa puas menikmatinya, karena di setiap intermediate selalu disisipi voice mark. Karena itu, respect.. respect.. respect.. saya beli album John Mayer ini. Saya pikir amat pantas untuk membeli album original. Namun, jangan keburu buang MP3 hasil download acara di 98.7 Star FM. Album itu cukup menarik sebagai koleksi (baca: dokumentasi) karena memuat introduction John di setiap awal dan akhir lagu.

Waiting On The World To Change. Benar kata orang, lagu ini sekilas mengingatkan saya pada Eric Clapton, terutama di style dan sound gitarnya. Saya juga teringat pada People Get Ready-nya Curtis Mayfield. Ini lagu yang sederhana namun cukup strong. Perhatikan cara Steve Jordan menyentuh lagu ini, cymbalnya, ketukannya, very gentle. Apa kata John tentang Eric Clapton stylenya? “Eric knows I steal from him and is still cool with it.” Hohohoho…

I Don’t Trust Myself (With Loving You). Nomor yang ngesoul dengan permainan bass dari Pino Palladino. John mengubah cara menyanyinya dibanding nomor pertama yang cenderung ngepop ke sedikit bluesy, ditunjang permainan gitarnya yang juga ngebluesy. Nomor yang juga sederhana tapi classy.

Belief. Perhatikan lagi permainan bass dan drums yang lebih ngebass dari sebelumnya. Nomor yang agak kencang, dan banyak jadi nomor permbuka di konser-konser Continuum.

Gravity. Nomor yang paling ngeblues dalam album ini. Nomor yang paling cantik. Permainan quartet (plus Larry Goldings pada organ) terasa begitu komunikatif.

The Heart Of Life. Sebenarnya lagu ini amat sederhana dan tak terlalu istimewa, namun John menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan lagu ini sehingga jadi naik kelas, ditambah pemilihangaya folks dan aransemen musiknya yang hangat. 

Vultures. Bass yang ngesoul datang lagi, ditambah bluesy gitar dan rhytm gitar yang ngegroove. Nomor yang paling funky di album ini. 

Stop This Train. Kembali nuansa folk diramu dengangaya khas John dalam penulisan lagu, namun lebih mengedepankan vibe akustik. Lagi-lagi nomor yang sederhana tapi terasa kuat. 

Slow Dancing In A Burning Room. Blues. Entah kenapa saya selalu menganggap musik blues sebagai style musik terhebat. Rock yang ngeblues, jazz yang ngeblues, ataupun pop yang ngeblues selalu membuat saya tak bisa tidak memihak. Ini blues dengan sentuhan pop. I like this veeerrryy muuuaaahh! 

Bold As Love. Nomor yang paling galak. John memainkan gitarnya cukup kasar, ditimpali Steve yang juga riuh. Yang paling asyik di nomor ini adalah Steve Jordan. Perhatikan bagaimana dia menendang bass drums untuk mengimbangi kesibukan John. Steve bener-bener gentle. I love this guy.

Dreaming With A Broken Heart. Tiba-tiba nuansanya berubah ke lembut, bersama ketukan piano.

In Repair. Nomor yang asyik. Kali ini dengan aransemen yang lebih lengkap, ketukan drum yang lebih kencang, petikan gitar yang tak kalah garang. Bener-bener aransemen yang cakep dan gempita.

I’m Gonna Find Another You. Ditutup dengan blues, seolah menunjukkan bahwa Continuum adalah album yang ditujukan buat saya yang penyuka blues.

Wow! Tidak salah jika banyak orang bilang bahwa John Mayer adalah anak muda yang berbakat di dunia musik jaman sekarang ini. Ya, meski masih terlalu dini untuk dibanding-bandingkan dengan gitaris blues senior, tapi bukan berarti album yang ngeblues ini bisa diabaikan begitu saja.

Kekuatan musik dalam album ini sebenarnya bukan pada lagunya, melainkan pada musik, aransemen musik serta permainan trio inti: John Mayer, Stevejordandan Pino Palladino. Lagu-lagunya sederhana saja. Tetapi aransemen, style dan touch dari para musisinya bener-bener uuuhh cakep banget. Mereka bukan hanya main kompak, tetapi memberikan support demi kecantikan musiknya.

Saya belum pernah dengar album Try, dari John Mayer Trio, tapi kalau mendengar mereka main di album ini, wah rasanya perlu dicoba.

Akhirul kalam: album ini pantas dikoleksi dan dinikmati sound per sound. Anda yang punya MP3nya hasil download acara di Star FM, jangan keburu dibuang. Collect them.

John Mayer - Continuum, 4.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.