Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Jatuh Cinta Di Pandangan Pertama

Submitted by on 3 July 2016 – 12:00 amNo Comment

Saya bukan hanya percaya cinta pada pandangan pertama itu ada, saya bahkan percaya adanya “jodoh pada pandangan pertama”, di kehidupan nyata ini.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Awal tahun 1984. Saya baru menginjak semester genap kelas 1 SMA. Di kantin sekolah, salah satu teman lain kelas, Agus, bilang bahwa di kelasnya ada anak baru, pindahan dari jauh, tapi sebenarnya dia anak kota sini juga. “Anaknya kecil, hitam. Nanti siang, sepulang sekolah, aku tunjukkan dia ke kamu,” lanjut kata Agus.

Seusai jam sekolah, saya menunggu di seberang sekolah. Agus muncul. Saya tak tahu kenapa dia begitu bersemangat mau menunjukkan anak baru itu ke saya. “Itu anaknya. Yang kecil. Hitam,” kata Agus sambil menunjuk ke pintu gerbang sekolah. Di sana memang ada anak perempuan. Kecil dan hitam manis.

Sesaat kemudian terjadi sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Tubuh saya tiba-tiba melunglai. Seolah seluruh persendian lenyap begitu saja. Lutut saya bergetar lemas. Beberapa detik kesadaran saya hilang. Pandangan saya terpana. Tubuh saya terpaku. Lalu terdengar bisikan di telinga saya, entah dari siapa, “Dia akan jadi istri saya.” Bisikan itu terdengar jelas. Saya percaya itu turun dari langit.

Sejak itu saya merasa urusan asmara saya telah digariskan, namun harus diselesaikan. Beberapa hari kemudian sendiri saya menemui gadis itu di kelasnya. Ajak saya berkenalan. Selanjutnya jalan seolah terbuka lebar. Selama SMA kami tidak berpacaran. Namun saya berusaha memastikan ke semua teman bahwa saya suka sama dia. Tolong bantu saya untuk menjaga ini. Bersyukur saya punya teman-teman yang baik.

Tidak ada yang kaget ketika saya menikah dengan gadis itu. Yang mungkin mengagetkan adalah kami menikah begitu cepat. Waktu itu umur kami baru menjelang 21 tahun. Sebagian menganggap kami kawin karena “kecelakaan”. Tetapi kami buktikan dugaan itu meleset. Ada yang bilang pernikahan di usia dini takkan lama. Kami berdoa dan berusaha agar hal itu tidak terjadi.

Love at the first sight. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Ini kalimat yang menurut kebanyakan orang hanya ada di film dan novel romantis saja. Sebagian besar atau malah 99% orang tak percaya adanya cinta pada pandangan pertama. Suka pada pandangan pertama mungkin ya. Tetapi cinta? Rasanya tidak. Dalam kehidupan nyata, cinta tidak seindah film dan novel.

Tetapi, saya percaya. Bukan hanya pada cinta di pandangan pertama, saya malah percaya adanya “jodoh pada pandangan pertama”. Firasat tentang jodoh datang secepat kilat sampai-sampai kita tak menyadarinya. Namun seringkali firasat itu berlalu begitu saja terabaikan oleh berbagai pertimbangan, alasan, harapan dan kekhawatiran.

24 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.