Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Celoteh-Celoteh Oom Ale

Ide-ide Hebat Pak Presdir

Submitted by on 19 July 2010 – 12:00 amOne Comment

Jam setengah empat pagi, Pak Presdir sudah bangun. Pagi itu beliau harus terbang dengan first flight untuk rapat seharian dengan jajaran manajemen pabrik. Ada banyak masalah penting yang harus dipecahkan.

Pak Presdir memeriksa sekali lagi kelengkapannya. “Hmm.. materi dan presentasi sudah siap. Tapi rasanya ada yang kurang,” gumam Pak Presdir. “Sebagai Presdir tugas saya bukan sekedar marah-marah, saya harus bisa memberikan ide-ide brilian yang akan membuat kondisi pabrik lebih bagus!”

Sambil mandi pagi otak Pak Presdir berputar cepat. Tanpa menikmati hangatnya air shower, Pak Presdir merumuskan bahwa untuk meningkatkan kualitas produk, pabrik harus menerapkan sistem manajemen mutu yang handal. “Pabrik harus menerapkan six sigma!” begitu catat Pak Presdir. Pindah ke meja makan, pikiran Pak Presdir masih tetap berputar. “Kualitas manusia juga harus ditingkatkan. Sudah saatnya pabrik menerapkan sistem competency based HR management!”

Sepanjang perjalanan ke bandara kecerdasan Pak Presdir belum jua mengendur. Kali ini beliau berpikir, pabrik harus menjalankan program penghematan biaya. Di dalam pesawat, Pak Presdir tidak tidur, melainkan terus berpikir. Hasilnya: gagasan perbaikan sistem PPIC menggunakan metode MRP II yang ditunjang dengan aplikasi ERP terintegrasi. Produktivitas Pak Presdir betul-betul luar biasa. Buku catatannya penuh dengan coretan.

Turun di bandara menuju ke pabrik, lampu gagasan Pak Presdir semakin terang. Beliau mencatat bahwa cara perawatan mesin sudah waktunya diganti dengan sistem preventif maintenance. Selain itu, perlu ada gebrakan menciptakan produk baru yang inovatif.

Memasuki area pabrik, Pak Presdir melihat warna bangunan pabrik jamu tampak kusam. Sudah belasan tahun bangunan pabrik berwarna putih keabu-abuan. “Perlu disegarkan dengan warna baru. Merah bata misalnya!” teriak Pak Presdir dalam hati.

Dengan hati yang berbunga-bunga Pak Presdir memimpin rapat manajemen. Beliau mengutarakan semua ide-ide yang digalinya selama perjalanan tadi: six sigma untuk quality, competency based management untuk HRD, cost saving untuk keuangan, MRP dan ERP untuk PPIC dan IT, preventif maintenance untuk engineering, dan inovasi untuk bagian teknik. Dan tidak ketinggalan mengecat ulang bangunan pabrik dengan warna yang segar dan inspiratif. Ini tugas untuk bagian umum.

Kami pun yang mengikuti semua paparan itu merasa bangga. Tak salah jika Pak Presdir menjadi seorang presdir. Beliau adalah pemimpin yang mempunyai visi yang jauh ke depan, ide-ide brillian, dan arahan yang memicu motivasi kami. Not only good but great!

“Saya akan sediakan dana yang cukup untuk menerapkan semua gagasan tadi,” kata Pak Presdir mantab, yang disambut oleh tepuk tangan meriah dari segenap manajer. “Tapi kalian harus berjanji, semua rencana ini harus berjalan sukses dalam tahun ini. Apa anda semua siap memimpin pabrik ini menjadi lebih baik lagi?”

“Siiaaaappp,” kami menjawab tantangan Pak Presdir dengan semangat menyala-nyala.

“Terima kasih banyak! Selamat berjuang. Kita ketemu lagi tahun depan dengan keberhasilan!” Tok.. tok.. tok.. Rapat usai. Kami bubar dengan dada terbusung siap untuk mewujudkan semua itu.

***

Setahun berlalu. Menurut anda, dari semua ide dan gagasan hebat tadi, mana yang berhasil diterapkan dengan sukses?

Program six sigma sama sekali tak jalan karena terlalu rumit, menyita waktu dan tidak praktis. Program competency based management mendapat tentangan dari beberapa pekerja tua yang khawatir tersingkirkan jika program itu diterapkan. Program cost saving juga mendapat hambatan. Alasannya: bagaimana mungkin kita melakukan cost saving sedangkan perusahaan membuang uang untuk program manajemen baru yang tidak jelas apa manfaatnya. “Bukankah mengecat ulang gedung pabrik adalah pemborosan?” begitu kata oposan program cost saving.

Bagaimana dengan nasib MRP II? Idem ditto. Bagaimana dengan Integrated IT? Sami mawon. Preventif maintenance management? Yaaa… begitulaah..! Semua program komputer terbaru tidak terimplementasi karena manajer dan karyawan masih mencintai program komputer yang lama.

Bagaimana dengan kiprah bagian teknik dalam berinovasi menemukan produk baru? Jawabannya: tidak jauh beda! Manajer Teknik berargumen, bagaimana kita bisa berinovasi kalau semua tindakan kreatif kami harus berjalan sesuai prosedur perusahaan. “Kreativitas tidak mengenal prosedur, standar dan aturan! Kreativitas adalah kreativitas! Itu berarti kebebasan berkarya,” keluh manajer teknik.

Satu-satunya yang bisa tersenyum lebar adalah manajer bagian umum yang berhasil mengecat semua bangunan dengan warna merah bata! Semua bangunan!

***

“Ide-ide anda sama sekali tidak salah, bahkan brillian!” begitu kata konsultan senior yang menjadi tempat curhat Pak Presdir. “Namun, apa yang dilakukan oleh manajer anda di pabrik juga tidak sepenuhnya keliru. Mereka hanya menerapkan apa yang benar-benar bisa diterapkan. Satu-satunya ide anda yang paling mungkin diterapkan oleh manajemen pabrik adalah mengecat pabrik dengan warna baru. Sedangkan gagasan anda yang lain tidak bisa diterapkan karena berbagai sebab.”

Lanjut si konsultan, “Anda merencanakan terlalu banyak hal bagus. Ide bagus itu baik. Namun jika terlalu berlimpah, maka manajemen anda kehilangan fokus. Terlebih lagi ide-ide bagus itu merupakan hal baru bagi anda maupun manajemen pabrik. Ide-ide itu masih abstrak. Manajemen pabrik anda terbiasa menghadapi persoalan sehari-hari. Mereka memerlukan tuntunan penerapan yang lebih praktis. Akhirnya semua gagasan anda berakhir di kelas-kelas training untuk dipahami, bukan di ruang-ruang kerja untuk diaplikasikan. Ide bagus yang terlalu banyak akan menggoda manajemen anda untuk berpindah dari satu gagasan ke gagasan lain. Ketika mereka menghadapi kesulitan untuk menerapkan satu gagasan, mereka melompat ke gagasan lain.

“Lantas apa yang sebaiknya saya lakukan,”

“Sebenarnya ide-ide anda bukan hal yang benar-benar baru bagi dunia manajemen. Sudah banyak perusahaan yang menerapkannya, namun penerapan semua ide bagus perlu dilakukan satu per satu untuk menjaga perhatian manajemen. Selain itu, kami dari team konsultan sudah mempunyai step-step pelaksanaan yang mengubah ide-ide abstrak itu menjadi hal yang lebih taktis dan praktis. Percayalah, teknik kami sudah teruji. Kami akan ajukan rekomendasi dan usulan penerapannya setelah perusahaan bapak menyetujui proposal biaya konsultasi kami. Bagaimana pak?” tanya Pak Konsultan.

Pak Presdir tersenyum kecut.

20 Jul 2009

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.