Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Handphone Yang Tertinggal Di Toilet

Submitted by on 28 August 2016 – 12:00 amNo Comment

Saya pernah mempunyai dua handphone. Satu, untuk keperluan pekerjaan dan keluarga. Satu lagi, pemberian orang yang berselingkuh, yang saya gunakan untuk…?

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Entah mimpi apa semalam, saya menemukan sebuah handphone di toilet hotel bintang tiga. Bukan handphone canggih semacam smartphone, tapi handphone jadul yang cuma bisa dipakai untuk menelpon dan mengirim sms. Handphone itu terlihat seperti baru. Layar dan tombolnya nyaris tanpa goresan. Sepertinya jarang dipakai.

Ternyata handphone itu tidak dikunci dengan kode sandi. Dengan leluasa saya masuk ke menu-menunya. Saya periksa isi alamat kontaknya. Aneh, hanya ada dua nomor di sana. Lalu, saya periksa riwayat panggilannya. Saya lihat pemilik handphone ini menelpon dan mengirim sms hanya ke satu nomor dari dua nomor di alamat kontaknya. Siapa pemilik handphone ini?

Kemudian saya periksa inbox smsnya. Ada beberapa arsip sms di sana. Dengan penuh rasa penasaran, saya baca satu per satu. Mata saya berbinar-binar. Mengintip isi pembicaraan orang lain selalu mengasyikkan. Isinya penuh dengan kata-kata mesra, romantis bahkan “jorok ala orang dewasa”. Dada saya jadi berdesir.

Rupanya pemilik handphone ini seorang pria. Sedangkan lawan bicaranya seorang wanita. Mereka saling memanggil “papa-mama”. Saya menduga pria ini berselingkuh dengan wanita di sana. Mungkin handphone ini dibeli khusus untuk memperlancar komunikasi gelap mereka. Pantas saja, handphonenya murahan.

Muncul pikiran iseng di benak saya. Saya mengirim sms ke “mama”, “Ma, papa kangen. Bobo yuk?” Tak lama sms saya dibalas. Jawabnya, “Masa baru bobo bareng sudah minta jatah lagi?” Aha! Kuat dugaan saya, mereka baru bertemu dan memadu kasih di hotel ini? Keisengan saya berlanjut sampai beberapa saat. Anda tak perlu tahu apa isinya. Jika anda tahu, anda bisa panas dingin dibuatnya.

Tiba-tiba si “mama” menulis sms panjang. Dia menuduh saya mencopet handphone “papa” dan mengancam akan melaporkan saya ke polisi. Dia juga menakut-nakuti, katanya, posisi saya sudah terlacak lewat handphone itu. Rupanya, dia sudah tahu yang sesungguhnya terjadi. Tak mau kalah, saya bilang, saya juga tahu siapa pemilik handphone ini. Saya bisa sebarluaskan isi sms ke internet. Saya menantang untuk ketemu si “papa” secara langsung, kalau dia lelaki jantan. Rupanya si “mama” keder juga. Akhirnya, dia bilang, silakan ambil handphone itu jadi milik saya. Tapi tolong kartu SIM dan semua sms dimusnahkan. “Ikhlas?” tanya saya. “Ikhlas!” jawabnya. Saya segera mengambil kartu SIM dan membuangnya ke selokan.

Kini saya punya dua handphone. Satu, handphone milik saya sendiri untuk keperluan pekerjaan dan keluarga. Satu lagi, handphone pemberian orang yang berselingkuh, yang akan saya pakai untuk… hhmm…???

3 Mei 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.