Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Gita Gutawa – Gita Gutawa

Submitted by on 28 July 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.3/5 (3 votes cast)
Artis: Gita Gutawa
Album: Gita Gutawa
Jumlah Lagu: 12
Tahun: 2007

Tumben, istri saya merengek-rengek minta dibelikan album lagu. Selama ini jangankan minta dibelikan album lagu, setiap saya masuk ke toko musik, dia lebih suka keluyuran ke toko sebelah, atau tiduran di mobil. Kali ini, setengah memaksa istri saya minta dibelikan albumnya Gita Gutawa. Saya coba carikan di satu toko kaset di mall, tidak nemu. Baik kaset maupun cd-nya tidak tersedia. Entah habis atau memang belum masuk ke sini.

Akhirnya pada Minggu pagi saya baru berkesempatan mendengar suara Gita Gutawa di sebuah acara tv. Waktu itu sedang diputar video klip lagu “Bukan Permainan”. Saya langsung terkesan pada suaranya yang tinggi dan bening. Rasanya saya belum pernah dengar ada penyanyi remaja kita yang membawakan lagu dengan teknik pitch tinggi. Wajah manis Gita dan kemampuannya bergaya di video klip itu tak kalah menarik perhatian. Video klip diLondonyang sederhana itu juga cukup asyik ditonton. Ok, saya setuju untuk belikan istri tersayang albumnya Gita Gutawa. Ditambah ketiga anak gadis saya juga ikutan merengek-rengek minta dibelikan kasetnya.

Saya yakin Erwin Gutawa, papinya Gita, pasti akan sangat serius menggarap album anaknya sendiri. Bukan hanya menggarap musik secakep mungkin, namun juga akan mengeksplorasi kemampuan vokal Gita.

Akhirnya, saya dapatkan CDnya Gita Gutawa yang tinggal 3 biji di Aquarius.

Kembang Perawan. Ke tiga anak gadis saya tertawa mendengar lirik lagu ini. Ya, lagu dengan nada-nada khas dan lirik khas dari Melly Goeslaw. Bagi yang familier dengan style Melly, maka lagu ini bisa jadi salah satu pilihan. Yang ini dinyanyikan dengan nada-nada tinggi Gita. 

Bila. Hahahaha… Glen.. Glen.. (Glen Fredly), kok menulis lirik seperti ini buat anak tiga belas tahun yang belum pacaran? Menurut saya, ini lirik yang tak sehat untuk nomor dengan nada-nada romantis dan aransemen string yang meriah. No problem dengan musik. 

Bukan Permainan. Yeah… lagu yang catchy, fresh, lucu, pas banget buat Gita yang tahun ini berulang tahun ke 14. Lagu ini cukup unik, dalam arti nada-nada pop dinyanyikan dengan approach pitch tinggi. Resikonya tidak banyak asesories “cengkok-cengkok” pop luwes yang bisa diimprove, namun itu diatasi dengan aransemen yang nge-teenager. Favorit keluarga saya.

Surga Di Telapak Kakimu. Asyik juga, bapak pintar main piano mengiringi putrinya yang manis menyanyi. Ya, Erwin Gutawa pada piano. Di lagu ini, Gita tidak bermain-main di pitch tinggi. Lagu lembut dengan lirik yang educated dari Doni “Ada Band” dan Gita sendiri. 

Your Love (feat. Delon). Erwin Gutawa membuktikan dirinya sebagai produser yang cerdik di album Rockestra. Di lagu ini lagi-lagi membuat pilihan yang menarik, yaitu menduetkan suara Gita yang sopran dengan tenor dari Delon yang churchy. Lagu yang cukup serius bagi pendengar awal belasan tahun, namun ini bisa jadi pelajaran appresiasi yang baik. 

Doo Be Doo. Lagu yang ringan penuh beat riang-riang yang jauh-jauh diadaptasi dari Africa Selatan (Z. Mahola / J. Hawks /S. Attwell) dengan lirik digarap oleh Eross “Sheila On 7”. Hmm… meski musiknya betul-betul menyenangkan, saya merasa vokal Gita belum betul-betul bisa mengajak saya turun ke floor. 

Apa Kata Bintang. Kembali ke nada-nada lembut dengan pendekatan pop, namun Erwin tak mau melepaskannya begitu saja. Iringan orketratik tetap masuk selepas intermediate menjadikan lagu ini lebih berat dari yang semestinya. 

Alunan Sebuah Lagu (Aluna Sagita). Lagu lembut yang penuh nada-nada tinggi dengan iringan orkestra yang cukup serius. 

Sahabat Kecilku. Saya senang mendengar vokal tingginya Gita di nomor ini. Aransemen musik yang cukup sederhana, meski tetap memainkan string section, dan permainan gitar dari Edi Kemput yang berdenting-denting membuat saya nyaman mendengar lagu ini.

Dengar. Begitu mendengar aransemen musik membuka lagu ini, buru-buru saya membuka sleeve untuk cari tahu siapa yang arrangernya, ya.. ternyata Andi Rianto. Asyik banget. Nadanya dimainkan mendayu-dayu namun gebukan drumnya cukup keras. Petikan gitarnya membuat tenang. Hmm..

Vocalizing. Nomor vokal yang memamerkan kemampuan Gita meluncur dari nada rendah ke tinggi. Menurut saya, nomor ini bisa jadi midtro di tengah album. Semula saya pikir sebaiknya cukuplah satu menit setengah saja, namun setelah mendengar sampai usai yaaa bolehlah tiga menit (tapi tetap terlalu panjang).

To Be One. Rasanya saya pernah dengar lagu dengan nada-nada seperti ini. Tapi, siapa? Aransemennya agak berlebihan. Mungkin mau mengesankan kemegahan, namun jadinya agak boros (juga boros di biaya produksi lho).

Adabanyak pilihan buat Erwin Gutawa sebanyak ketrampilannya mengolah musik. Pertama, Erwin bisa memilih nomor pop yang bisa langsung nancap ke pendengar remaja seusia Gita Gutawa. Atau, Erwin bisa memilih musik yang memamerkan keistimewaan warna vokal Gita Gutawa yang tinggi dan bening namun cukup ringan di dengar. Ya, Erwin bisa memadukannya dengan tenor pria seperti Delon (good choice). Erwin bisa mengolahnya lewat orkestra yang megah dan gempita yang jadi keahliannya belakangan ini. Atau, memainkan angelic sound yang membawa pendengarnya ke langit biru. Dan, tampaknya Erwin ingin memainkan semuanya di album ini.

Hasilnya, Gita bisa meraih ketenaran cepat lewat nomor ngepop seperti “Bukan Permainan” atau “Doo Be Doo” atau “Kembang Perawan”. Gita bisa menghibur pecinta musikIndonesiadengan kualitas vokal yang unik ditambah musik yang apik. Gita juga bisa menawarkan suatu apresiasi musik bagi pendengar remaja maupun pendengar pop yang belakangan banyak digempur oleh gebrak-gebruk beat. Maka, ini album yang cukup menarik, baik dari sisi komersialnya pop dangayamusik. Meski mungkin tidak perlu diintensikan jadi trend, cukuplah jadi sajian classy yang lain daripada yang lain. Dari remaja tiga belasan tahun, tentu saja.

Begitu album ini tuntas diputar, saya tanya pada istri dan ketiga anak gadis saya, apa komentar mereka pada album ini. Jawabnya… sesuai perkiraan saya… ooaaahhmmm nggaanntuukkk… Hahahaha.. artinya sisi apresiasi yang ditawarkan Erwin masih butuh waktu. Menurut saya ada baiknya nomor penutup album ini (yang berat dan boros itu) diganti dengan nomor pamungkas yang lebih ringan, catchy yang membuat orang sing along dan teringat-ingat. Ya, perlu satu nomor tambahan yang happy-happy teenager pop. Atau, pilih satu nomor dari yang sang sudah ada untuk dimainkan lagi, namun dengan gaya four pieces band pop rock (no orchestra please?!) yang penuh semangat untuk goyang-goyang kepala plus sedikit rap sederhana.

Gita Gutawa - Gita Gutawa, 3.3 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.