Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Foo Fighters – Skin And Bones

Submitted by on 11 April 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.5/5 (2 votes cast)
Artis: Foo Fighters
Album: Skin And Bones
Jumlah Lagu: 15
Tahun: 2006

Acara Unplugged MTV mempopulerkan culture style musik akustik live baru. Dan, itu menarik. Di tengah begitu banyak ragam musik yang hampir semuanya mengandalkan alat-alat musik elektronik, maka unplugged mengembalikan musik ke skin dan bones-nya. Telanjang tinggal tulang. Maka hanya musisi sejati yang berani dan mampu memainkannya. Industrialis silakan menjual.

Menurut saya, unplugged terbaik sampai saat ini (yang ada di daftar koleksi saya) adalah Unplugged In New York-nya Nirvana di tahun 1994. Mungkin menyadari hal itu, Dave Grohl yang masuk line up di Unplugged In New York ingin mengulang sejarah dengan Skin And Bones ini. Sebenarnya beberapa kali Foo Fighters bermain akustik, seperti yang masuk dalam album In Your Honour tahun 2005. Tampaknya Gorhl menyiapkan sesuatu yang lebih serius.

Agustus 2006, di Pantages Theater Hollywood, California. Line up malam itu: Foo Fighters, Dave Grohl, Taylor Hawkins, Nate Mendel, Chris Shiftlett. Ditambah, Petra Haden, Drew Hester, Rami Jeffee. Dan, another 1994 history maker: Pat Smear!  Mereka memainkan akustik livenya Foo Fighters menjadi album Skin And Bones. Akhir November album ini menyebar ke penjuru dunia. Dan, dua minggu kemudian, pertengahan Desember album ini diputar di cd player saya. OOOhhh betapa  memukaunya. Merinding. Maka, inilah album live music TERBAIK tahun itu!

Razor. Lagu pembuka yang cukup serius. Lagu ini juga dimasukkan dalam segmen accousticnya In Your Honour 2005. Ya, ini lagu yang membuat kening berkerut. Bukan lagu yang buruk, hanya serius.

Over And Out. Versi di album ini lebih menarik dibanding dalam In Your Honour. Nomor yang agak dark membawa sisa Razor yang serius, namun enjoyable.

Walking After You. Yeah, suasana menghangat dengan lagu hangat ini. Record yang bagus. Akustiknya terasa banget. Lagu yang ringan dan sedap.

Marigold. Begitu riff pertama dimainkan, Kurt Cobain seolah turun dari langit. Lagu ini Nirvana banget. Grunge masih ada.

My Hero. Kemerindingan saya belum berhenti, malah menjadi-jadi di lagu My Hero yang dahsyat ini. Sangat emotive dan dramatic. Vokal Dave Grohl terlalu terbawa emosi. Akustik pianonya merinding men merinding! Crescendo dan aransemen di semua alat the best! Tambah satu orchestra lagi, maka hero becomes legend.

Next Year. Lagu ini jadi begitu enak dinikmati, ringan, hangat, intim. Memenuhi apa yang saya harapkan dari sebuah live akustik. Ditambah permainan accordion, hmm mengingatkan saya pada seseorang. Dylan!

Another Round. Ada sound harmonica dari Danny Clinch, sang photographer. Semestinya lagu ini bisa lebih menarik asal bukan dengan arasansemen ini, aransemen yang biasa saja.

Big Me. Aha! Female vocal dari sang violist Petra Haden membuat lagu singkat ini jadi jauh lebih cantik. Dengan gaun merahnya, Petra memang paling cantik di antara dark suited males lainnya. Nice song, really nice.

Cold Day In The Sun. Nomor yang cukup meriah dan ngerock n roll. Dave, vokal you kenapa? Taylor lumayan, tambah sedikit lagi supaya lebih puas bersenang-senang.

Skin And Bones. Kembali ke nuansa grunge. Lagu ini ada di album apa ya?

February Stars. Entah apa syairnya, ini lagu cinta (akhirnya ada juga). Okelah, semacam ballads. Dengan iringan organ di belakang, lagu ini jadi heartbreaker yang manis dan emosional. Salah satu favorit.

Times Like These. Versi akustik lagu ini ternyata amat menarik. Diaransemen lebih dramatis dengan alat gesek dari Petra Haden, semua pemain bermain penuh. Another good music.

Friend Of A Friend. Yeah, another Nirvana play. Agak kurang greget.

Best Of You. Hahahaha, setelah beberapa lagu Dave Grohl bermalas-malasan, akhirnya dia teriak-teriak juga dengan kocokan gitar yang benar-benar unplugged! Ya, benar-benar unplugged. Anda bisa bayangkan lagu yang biasanya mengkonsumsi beribu-ribu watt listrik hanya dimainkan gitar unplugged! Apakah ini pilihan jenial atau mematikan? Buat saya, ini pilihan berani menantang resiko. Audience! you are good oo.. oo.. oo..

Everlong. Good song. Audience! you are still gooooodd audience! Lagi-lagi dengan unplugged gitar. Mestinya jadi dramatic closing jika dengan full players. Tapi, tampaknya Grohl ingin dikenang sendiri. Tapi, woo woo woo tunggu dulu.. menjelang menit ke empat, para pemain beraksi. Wow! Merinding men! Merinding.

Wow! Seandainya tidak ada Stadium Arcadium-nya Red Hot Chilli Peppers di daftar koleksi saya, maka inilah album terbaik tahun 2006.

Album ini bukan hanya untuk Foos lovers. Penikmat musik, anda akan terpuaskan di album ini. Foo Fighters memainkan banyak warna di album ini: grunge, rock n roll, country, ballads. Ya, ini album musik sebenarnya bukan sekedar album bisnis belaka.

Saran saya, masukkan album ini dalam koleksi anda. Takkan menyesal! Album ini cakep dan dahsyat.

 

 

Foo Fighters - Skin And Bones, 4.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.