Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Feist – Let It Die

Submitted by on 24 January 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
Artis: Feist
Album: Let It Die
Jumlah Lagu: 13
Tahun: 2004

Sade menjejak dalam di industri musik. Karakter vokal dan musiknya sulit ditandingi. Mau tak mau, Les Nubians harus menyanyikan beberapa nomor di album mereka untuk menunjukkan bahwa mereka adalah the Sade’s closest follower.

Begitu juga, Astrud Gilberto, tak ada yang menyangkal lantunan vokalnya punya ruang tersendiri di dunia musik jazzy.

Lantas apa hebatnya jika seorang penyanyi dianggap sebagai blending dari dua petinggi, Sade dan Astrud Gilberto? Itulah stiker yang ditempel di sampul album Feist, Let It Die. Okelah, cuma marketing gimmick, tapi manjur juga. Gara-gara stiker itu, saya mengambil album ini dari raknya dan membawa ke meja kasir. Belakang saya curiga, jangan-jangan stiker itu cuma ada di album edisi Indonesia untuk menarik minat pembeli karena nama Feist belum cukup dikenal di sini. Bagaimana pun butuh keberanian untuk membeli album dari musisi-musisi yang belum cukup terkenal. Mungkin kita bakal kecewa. Tetapi, seringkali saya mendapat banyak surprise yang berharga dibanding harga yang kita bayar. Tidak percaya? Coba Feist!

Gatekeeper. Ups! Siapa bilang Leslie Feist adalah Sade atau Astrud Gilberto. Karakter vokal mereka beda. Jelas stiker tadi hanya pikat marketing yang menandakan si record company tak cukup confident untuk merelease Feist. Padahal, tak pakai stiker pun saya sudah terpesona dengan vokal dan musik Feist bahkan di track pertama, Gatekeeper. Vokal Leslie Feist yang genuine menarik kita ke suasana lounge yang tenang, jazzy, slow, lembut, elegant. What a gifted surpised! Track yang cantik!

Mushaboom. Boom! Texturenya. Aransemennya. Asesoriesnya. Beat riangnya. Ini nomor terbaik! No further comment, it’s just simply the best in this album. Nikmati aja setiap permainan musiknya. Feist menunjukkan dirinya patut berada di jejaknya sendiri.

Let It Die. Ok, stiker tadi ada benarnya. Karakter vokal mungkin berbeda, namun cara bernyanyi Feist, Sade dan Astrud Gilberto, di beberapa tarikan, ada kesamaan, intimate. Jika Sade cenderung seductive, Astrud bersenandung penuh passion, sedangkan Feist bernyanyi bagai menempelkan bibirnya di telinga kita. Mungkin itu yang dimaksud sampul albumnya. Ini nomor yang cantik, dramatik, bluesy.

One Evening. Nomor yang segera akrab ke telinga. Lagu ini membawa kita ke perasaan aneh bin nostalgic tapi terasa dekat. Tak heran jikau On Evening sempat masuk daftar request pemirsa radio. Another nice song.
Leisure Suite. Nomor lembut, lounge ambient, slow tapi tak sampai membuat kita terbuai-buai. Malah terpikat pada vokalnya.

Lonely Lonely. Nomor ini tidak sekedar memamerkan kekuatan Feist bernyanyi, tapi juga mengaransemen musik. Bergerak dari hening tengah malam, sentuhan folky yang manis, lalu dramatisasi alat musik gesek dan logam, dan berakhir di suasana “rendezvous” yang menyenangkan.

When I Was A Young Girl. Lagu ini diambil langsung dari partitur folk tradisional, lalu digarap dengan menjelajahi nada-nada earthy. Permainan perkusi/bongo memberikan kesan tribe. Cukup menarik.

Secret Heart. Salah satu track yang menarik. Classy, namun tak terkesan usang. Mungkin karena cara bernyanyi Feist yang intimate ditambah aransemen musik yang seksama.

Inside And Out. Bagaimana pun pasar perlu diberi sedikit pelajaran apresiasi. Ini adalah reinkarnasi nomor cantik dari BeeGees. Diaransemen ulang dan menunjukkan Leslie Feist bisa juga bergaya funky. Beberapa kali track ini diputar di stasiun-stasiun radio, mulai dari segmen Hard Rock FM sampai SCFM. Meski tak pernah sampai pada puncak top 40, tapi bisa jadi penyegar alternatif di tengah riuhnya hiphop.

Tout Doucement. Dibawakan secara classy. Melanjutkan nomor Secret Heart. Dengan lirik bahasa Perancis, terdengar unik.

Now At Last. Wah, ini seperti ibu sedang melantunkan nina bobo. Tapi sang anak malah membelalakkan mata takjub, “Ibu.. ibu.. terdengar cantik sekali.” Nomor lullaby yang sangat jarang bisa dinyanyikan oleh kebanyakan vokalis dengan baik.

Gatekeeper (Fill Remix). Versi lain dari Gatekeeper yang lebih riuh. Lebih ngebeat. Permainan gitar yang lebih genit. Vokal yang lebih kasar. Make over yang cerdik.
Lover’s Spit. Seandainya Tony Thamrien siaran di Freaky Funky Friday, DJFM, saya minta nomor ini diputar di sesi Chill Out. Nyaman bangeett.

This album is a treasure! Harta karun! Great vokal. Great music. Bermusikalitas tinggi. Citarasa beda. Aransemen menarik. Kaya textures. Brave adventure. Eksplorasif. Apa lagi?

Selintas saya mencium aroma Kings of Convenience, terutama di track 1, Gatekeeper. Ternyata benar. Nama Kings of Convinience ada dalam daftar thanks to. Buru-buru saya buka album Kings of Convinience. Benar, Leslie Fiest ikutan di dua nomor Kings of Convinience, Know How (nice!) dan The Build Up.

Tak perlulah membanding-bandingkan Feist dengan Sade, Astrud Gilberto, Everything But The Girl, atau mungkin Norah Jones (wah.. berlebihan?!). Dia cukup cemerlang atas namanya sendiri. Great album. Thank Leslie!

Feist - Let It Die, 4.0 out of 5 based on 1 rating

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.