Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Deep Dish – George Is On

Submitted by on 28 March 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.3/5 (3 votes cast)
Artis: Deep Dish
Album: George Is On
Jumlah Lagu: 21 (2 dics)
Tahun: 2005

Duo dj Iranian-American, Ali “Dubfire” Shirazinia dan Sharam Tayebi, ini cukup membuat penasaran. Artist album pertama mereka, Junk Science, yang dirilis tahun 1998 memuat beberapa nomor yang menjanjikan.

Saya semakin dibuat penasaran oleh beberapa nomor remix mereka yang cukup asyik. Catat saja, mereka meremix lagu-lagu dari Janet Jackson, Paula Abdul, Everything But The Girl, Pet Shop Boys, Gabrielle, Tina Turner, Madonna, bahkan The Rolling Stones. Dan puncaknya, nomor remix Thank You milik Dido memberi mereka Grammy Award di tahun 2002. Dan itu belum selesai, mereka masih terus melaju meremix N’Sync, Depeche Mode, Dido. Sayang sebagian besar remix tadi tidak bisa diperoleh di toko-toko musik, sehingga penikmat musik Indonesia terpaksa mendonwload secara illegal dari internet (maaf, pesan lewat amazon.com kemahalan, boz!).

Musik duo DJ ini mudah akrab dengan kebanyakan telinga pengunjung club. Melihat begitu banyak mereka bekerja dengan musisi-musisi dunia lain, tak heran jika Deep Dish cukup dekat dengan struktur, nada, gaya dan mood pop. Namun demikian mood pop yang dibawakan mereka cukup bergizi dan stylish. Menyenangkan. Karenanya, setelah lelah mendengar banyak garapan mereka atas karya musisi lain, tentu semakin penasaran ketika mengetahui Deep Dish merilis artist album mereka sendiri.

Floating. Pembuka yang cukup menarik, penuh chord dan nada electro syn inspiratif, dan petikan electro gitar manis, dengan background mid tempo.

Sacramento (feat. Morel). Richard Morel pada vocal (juga pada beberapa lagu lain), riff gitar yang ngerock, dan gebukan drum yang cukup garang. Bolehlah dianggap sebagai rocky house. Not bad.

Flashdance. Wush! Sejak setahun yang lalu nomor ini tersedia di intenet (entah free atau illegal?) dan jadi MP3 yang banyak didownload. Itu pantas, karena Flashdance punya modal buat jadi jagoan. Sound gitar yang agak ngerock, diimbuhi dance beat ringan, dan female vocal debutan Anousheh Khalili’s, plus struktur lagu yang ngepop, Flashdance cukup fresh.

Swallow Me. Just a filler, not an impressive track.

Awake Enough. Nomor dengan female vocal, drum beat yang amat ngepop, dan asesories syn club effect. Nomor yang mediocre.

Everybody’s Wearing My Head (feat. Morel). Nomor ringan, catchy, dengan vocal Richard Morel dan electro house beat yang mengundang untuk ngedance.

Say Hello. Lagi-lagi vocal debutan Anousheh Khalili’s yang lembut tapi cukup tinggi, dilatarbelakangi petikan gitar electric dan chord piano yang harmonic, danceable beat sedang, dan tentu saja clip “Say Hello” yang inspiratif, pantas jika lagu Say Hello jadi leader di album ini.

Dreams (feat. Stevie Nicks). Versi house lagu Dreams dari Fleetwood’s Mac, yang dinyanyikan sendiri oleh Stevie Nicks. Style vocal Nicks yang seperti ogah-ogahan dan agak dalam ternyata enak juga dibuat house. Penuh dengan tenaga electro syn yang sexy, ditambah house beat yang sedang, maka lagu ini bisa jadi boom filler di lantai club.

Dub Shepperd. Cukup asyik, nomor dub yang diberi sentuhan desahan female vocal, “Touch me, come closer, I’m watching.” Nice vibe.

Sergio’s Theme. Sebuah nomor lembut chillout yang biasa saja. Just to fill air.

In Love With A Friend. Nomor kalem dengan struktur, chord dan beat yang teramat pop. Mestinya dicoret dari playlist.

Sexy III. Agak dark, dihiasi nada-nada trancey. Seandainya digarap lebih liar, dengan mood hard techno contemporer yang lebih garang, tentu lebih menarik.

Bagels. Okay, sama seperti Sexy III, tampaknya ke dua nomor ini lebih dekat ke Eurotrance listener.

No Stopping For Nicotine (feat. Morel). Versi vocal dari nomor Floating (dinyanyikan oleh Richard Morel), namun dengan imbuhan permainan electric gitar yang sedikit ngerock, dan mengasyikkan. Sekilas mengingatkan pada Underworld.

Sad Song (bonus track for special Asia’s edition). Seperti judulnya, lagu ini sungguh menyedihkan, cemen, cengeng, malah jelek! Nomor ini cuma ada di album edisi Asia, dan itu sungguh menyakitkan karena ternyata pasar Asia hanya jadi buangan nomor sampah semacam ini.

Flashdance (Guetta & Garraud F*** Me I’m Famous Remix). Nomor remix yang asyik, meriah, dan cukup hidup. Good remix.

Say Hello (Rock Mix). Ini remix Say Hello yang paling menarik di banding versi-versi lain dalam album ini. Lebih dekat ke karakter lagu aslinya. Nice mix.

Say Hello (Paul Van Dyk Remix). Say Hello dihajar dengan kecepatan tinggi khas mood trancenya Paul Van Dyk. Masih di bawah rata-rata performance Mr. Van Dyk.

Say Hello (Angello & Ingrosso Remix). Kali Ini Say Hello diremix dalam mood trance yang berdentam-dentam. Meski cukup melodic, namun agaknya Say Hello sedikit canggung dalam trance mix, kecuali jika sound clip “say hello”-nya di make over agar lebih fit dengan suasana trance.

Say Hello (Dylan Rhymes Acid Thunder Mix). Say Hello dalam permainan beat yang gesit, dan electro effect yang lincah. Lebih menarik ketimbang dua nomor trance sebelumnya.

Deep Dish vs Dire Straits – Flashing For Money (Sultan Club Mix). Hahahaha, ternyata permainan electric gitar Flashdance bisa terpeleset masuk dalam kocokan gitar lagu Money For Nothing-nya Dire Straits, menjadi Flashing For Money. Mashed-up yang fresh banget. Thumb up!

Mestinya setelah begitu lama tidak merilis artist album, Deep Dish datang dengan kejutan besar. Sayang, George Is On, album yang ditunggu hampir selama tujuh tahun ternyata bukanlah album yang istimewa, namun juga bukan album yang biasa-biasa saja.

Ok, album ini memuat beberapa nomor yang menarik dan segar, seperti Flashdance (mestinya tidak lagi segar karena sudah bukan lagu baru), Say Hello, Floating. Namun juga berisi nomor-nomor dengan nuansa pop, seperti Everybody’s Wearing My Head, Dreams, Awake Enough. Memainkan pop vibe bukanlah hal yang tabu, bagaimana pun saya juga suka pop. Namun, memasukkan nomor pop yang jauh dari batas kualitas duo dj global, tentu hal yang sangat disayangkan bahkan what a shame! Nomor-nomor seperti In Love With A Friend dan Sad Song adalah pilihan yang keterlaluan. Dan ini jadi cacat bagi reputasi hebat Ali ‘Dubfire’ Shirazinia dan Sharam Tayebi, pemenang Grammy award 2002 untuk best remixed recording.

Like some, hate some. Play some, skip some. You know what I mean. But, trust Deep Dish still have fuel to produce good remix.

 

Deep Dish - George Is On, 3.3 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.