Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Buku

Dan Buettner – The Blue Zone

Submitted by on 10 December 2015 – 12:00 amNo Comment
VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.5/5 (2 votes cast)

Jika anda bisa mengoptimalkan gaya hidup “Blue Zone” anda, anda mungkin akan hidup sejahtera satu dekade lebih lama, yang tidak akan anda dapatkan jika gaya hidup anda sebaliknya.

Buku # 001. Dan Buetter - The Blue Zone # 250 x 385Buku: The Blue Zone
Sub Judul: Rahasia Hidup Sehat Orang-Orang Tertua Di Dunia
Penulis: Dan Buettner
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun: Cetakan I, 2010
Halaman: xi + 261 hal

Pada awalnya saya menganggap berumur panjang hanyalah gumaman puitik belaka. Chairil Anwar menutup puisi “Aku” dengan dahsyat: “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Namun sejarah mencatat ia “hanya” sampai usia 26 tahun setelah diterjang beragam penyakit.

Berumur panjang kemudian menjadi imajinasi eksotik. Itu setelah saya menonton film “The Highlander”. Wajah ala preman Christopher Lambert yang memerankan MacLeod, cukup meyakinkan sebagai seorang immortal yang telah memakan asam garam kehidupan. Setelah itu, film-film dengan tokoh orang yang tak bisa mati selalu menarik perhatian saya. Catat saja, Dracula, Wolverine juga Blade. Siapa tidak mau hidup panjang, menjadi saksi sejarah besar dunia dan selalu selamat.

“Berumur panjang itu tidak enak,” kata salah seorang teman saya. Kelak, lanjutnya, kita akan kesepian, tidak punya teman, lemah, sakit-sakitan dan pikun. Daripada berdoa minta umur panjang, sebaiknya memohon dikaruniai umur yang bermanfaat. Saya tidak heran dengan pernyataan teman saya ini. Beliau sudah berhaji dan punya ilmu agama yang mumpuni.

Namun ternyata umur panjang bukan topik khayalan. Tahun 2005, saya membaca National Geographic Indonesia, edisi November. Sampul depannya menampilkan foto yang menggiurkan. Frank Shearer, usia 100 tahun, sedang bermain ski air. Di halaman-halaman berikut ada lebih banyak foto yang menakjubkan. Kame Ogido, 89 tahun, masih aktif bekerja di pertanian rumput laut. Marge Jetton, 101 tahun, mengenakan kacamata hitam keren sedang mengisi bahan bakar mobil yang dikendarainya sendiri. Fumiyasu Yamakawa, 84 tahun, pamer kemampuannya ber-handstand. Ya!, berdiri tegak lurus dengan kepala di bawah dan kaki menjulang ke langit. Dr Ellsworth Wareham, 91 tahun, sedang sibuk melakukan operasi jantung. Luar biasa!

Artikel berjudul, “Rahasia Umur Panjang” yang ditulis oleh Dan Buettner ini menggerakkan saya untuk mengirim surat elektronik ke redaksi majalah National Geographic Indonesia.  Surat saya dimuat di edisi Desember 2005 sebagai featured forum pembaca. Saya menulis, “Sajian Utama edisi November 2005, Siapa Tak Ingin Berumur Panjang adalah artikel yang paling mencerahkan selama ini. Setelah kita diliputi berbagai kecemasan dan harapan saat membaca sajian mengenai flu burung, AIDS, krisis energi, kontroversi sel induk, kini kita diperkenalkan dengan beberapa orang yang dikaruniai umur panjang. Beberapa teman memperdebatkan hal ini dengan bahasan takdir Tuhan, namun itu tak mengurangi fakta bahwa mereka yang berumur panjang ternyata adalah orang-orang yang mampu menjalani hidup dengan penuh keberanian, kebaikan hati, bukanlah penggerutu, dan diliputi oleh cinta kasih dari sesama, selain – tentu saja, hidup aktif dan sehat.

Umur panjang adalah niscaya untuk didamba. Bila di film-film, tokoh immortal adalah lakon antagonis yang menjual jiwanya ke iblis atau iblis itu sendiri, maka di muka bumi para centenarian – orang-orang yang berumur panjang – adalah mereka yang hidup dengan sebuah kearifan.

Kearifan itu dirangkum dalam sebuah buku “The Blue Zone” yang juga ditulis oleh penulis artikel di atas, Dan Buettner. Gramedia baru menerbitkan edisi Indonesia tahun 2010. Dua tahun setelah edisi aslinya, dan lima tahun setelah artikel di National Geographic Indonesia.

Ada tiga wilayah di dunia ini yang dihuni oleh para orang berusia lanjut: Sardinia, Italia; Okinawa, Jepang; Loma Linda, Amerika Serikat; dan area baru: Costa Rica. Dan Buettner menyebutnya sebagai Blue Zone. Berikut rangkuman kearifan yang dipetik dari Blue Zone:

  1. Selalu aktif bergerak.
  2. Berhenti makan sebelum kenyang.
  3. Utamakan diet sayuran. Hindari daging dan makanan olahan.
  4. Minum anggur merah secukupnya.
  5. Jadilah orang yang bermanfaat. Miliki tujuan hidup.
  6. Istirahat cukup. Luangkan waktu untuk menghilangkan stres.
  7. Tingkatkan kehidupan spiritual.
  8. Jadikan keluarga sebagai prioritas. Dahulukan orang-orang tercinta.
  9. Dapatkan dukungan sosial. Bergaul dengan mereka yang berumur panjang.

Bab terakhir buku ini layak dipakai sebagai panduan langkah demi langkah untuk hidup yang lebih sehat, lebih baik dan lebih lama. Sedangkan di lima bab sebelumnya kita bisa membaca bagaimana para penghuni Blue Zone telah mempraktekkannya terlebih dahulu.

Apakah ini cukup? Menurut saya, jawabnya tidaklah sederhana. Namun kita bisa memulainya. Kearifan ini sesuatu yang baik untuk dijalani. Siapa yang membantah pentingnya untuk hidup aktif, sehat, berolahraga, mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, mengurangi stres, memiliki keyakinan spiritual dan perlunya dukungan sosial?

Kini saya tidak lagi mengkhayal menjadi keluarga MacLeod atau tergigit srigala untuk hidup abadi. Saya juga tidak lagi berangan-angan hidup seribu tahun. Benar kata teman saya, lebih baik memohon umur yang barakah. Namun tak salah khan jika saya menjalani hidup lebih sehat dan lebih baik, yang itu memungkinkan saya hidup lebih lama?

Ketika saya ditanya teman, mengapa sekarang saya mulai rajin berolahraga, tidak makan daging, jarang lembur dan tidur lebih awal? Jawab saya, “To extend my life expectancy.

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)
Dan Buettner - The Blue Zone, 3.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.