Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

My Chemical Romance – The Black Parade

Submitted by on 21 April 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.0/5 (3 votes cast)
Artis: My Chemical Romance
Album: The Black Parade
Jumlah Lagu: 13
Tahun: 2006

Pertama saya mendengar album My Chemical Romance adalah album keduanya, yaitu Three Cheers For Sweet Revenge, yang konon mendapat platinum. Saya garuk-garuk kepala. Album Three Cheers laku keras. Padahal menurut saya, album itu membosankan. Idenya cukup menarik: album dengan tema dunia bawah alias underworld. Pasti dark, strange, mysterious, dramatic, theatrical. Tetapi yang muncul adalah dark, speed, loud dan boring. Makanya, ketika ada berita album baru dari My Chem, saya tidak begitu tergerak.

Sampai suatu ketika, saya mendengar Welcome To The Black Parade diputar di radio remaja. Wooww.. nomor ini menarik juga. Ada punk, ada chorus theatrical, ada denting piano. Saya pikir, ini bisa jadi pertanda untuk karya monumental ala Bohemian Rhapsodynya punk atau emo. Ketika melihat logo band ini berubah, saya pikir pasti ada perubahan musik yang signifikan. Ok, why not untuk raih album ini dari raknya. My Chem, I’m back.

The End. Nomor pembuka judulnya The End? Yach, bolehlah. Sedangkan musiknya sendiri, hmmm.. pada kalimat pertama langsung terasa punk. Tidak masalah.

Dead! Wow, ngepunk banget?! Ada apa kok My Chem jadi meriah begini. Sebenarnya okay-okay saja, cuman rada aneh mendengar My Chem memainkan gaya seperti ini. Saya masih terbayang stylee Three Cheers yang dark.

This Is How I Disappear. Ini baru My Chem yang pingin saya dengar. Nomor kencang dan dahsyat. I like it.

The Sharpest Lives. Saya juga suka nomor ini. Bridging chorusnya manis. Tidak setendang nomor sebelumnya, tapi bisa jadi teman berheadbanging.

Welcome To The Black Parade. Single yang jadi unggulan. Ada rasa punk ala Green Day, dan permainan chorus ala Queen. Pantas masuk ke top chart.

I Don’t Love You. Nomor lembut yang tidak perlu masuk di album ini. Benar-bener popy. Sangat bertolak belakang dari apa yang jadi ide My Chem: borderline psychotic. Lagu ini lebih cocok untuk grup band: My Sweet Romance.

House Of Wolves. Yeah, saya suka lagu ini. Kencang, tetap melodic dan ada bridging yang sedikit ngehard rock n roll.

Cancer. Nomor lembut yang nyaris bernasib seperti I Don’t Love You. My Chem perlu menggali ide lain untuk nomor romantic emopunk yang dramatic dan pantas diacungi nyala korek api.

Mama. Track eksperimental. Dibuka dengan gaya European folk, lantas bergerak variatif ke punk, rock, folk. Usaha My Chem patut diappresiasi, meski belum cukup mengesankan.

Sleep. Nomor bertempo sedang tapi tetap dramatic. Ada tambahan efek. Saya suka itu.

Teenagers. Another experimental track, kali ini dengan nada bersenang-senang.

Disenchanted. Catchy dan ngepop. Tidak terlalu istimewa.

Famous Last Words. Judulnya sih keren, kalimat-kalimat penghabisan nan kesohor. Musiknya biasa-biasa saja. Bukan penutup yang famous.

Ada titik terang. Saya lebih tertarik album The Black Parade ini ketimbang album Three Cheers For Sweet Revenge yang lalu. Three Cheers memang lebih kencang, lebih gelap dan riuh, sekaligus membosankan. Sedangkan The Black Parade menyajikan musik yang lebih lebih variatif. Penulisan lagunya pun lebih rapi, lebih berharmoni, lebih theatrical dan eksperimental. Itu membuat saya terus terjaga untuk menunggu nada-nada apa yang akan My Chem usung. Perubahan ini tentu saja bagus.

Aroma punk lebih kentara. Itu lantaran ada campur tangan Rob Cavallo, sang produser yang pernah menangani Green Day. Penggarapan chorus yang orchestratic lumayan menggugah. Welcome To The Black Parade adalah nomor yang bisa jadi inspirasi untuk the next punk Bohemian Rhapsody. Nomor Mama, Teenagers juga nomor eksperimental yang jadi batu loncatan (atau malah batu sandungan? Rasanya nggak ah) untuk album berikut. Nomor cekak, seperti I Don’t Love You dan Cancer bolehlah dijadikan pelajaran untuk menulis nomor ballad lain yang lebih pantas diacungi nyala korek api. Nomor khas My Chem, seperti This Is How I Disappear, The Sharpest Lives, House Of Wolves sebenarnya adalah karakter yang bisa dipermatang baik dari segi musikalitas, aransemen dan musicianshipnya.

Dua personel yang menarik perhatian saya karena menjadi energi album ini adalah sang vokalis, Gerard Way, dan drummer, Bob Bryar.

 

My Chemical Romance - The Black Parade , 4.0 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.