Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Tempe, Tahu, Dadar Jagung

Berkendara Di Belakang Mobil Polisi

Submitted by on 7 August 2016 – 12:00 amNo Comment

Saya berpikiran buruk, mobil polisi itu sengaja berjalan pelan seolah memberi jalan agar saya menyalip, lalu melanggar garis lurus, dan mereka punya alasan untuk menilang saya.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Hari masih cukup pagi ketika saya sampai di kawasan hutan Baluran, Banyuwangi. Hari itu kami sekeluarga sedang dalam perjalanan berlibur ke Bali. Sengaja kami berangkat sebelum subuh agar bisa sampai di Denpasar siang tengah hari. Bagi saya, menyetir pagi hari, ketika tubuh dan pikiran masih segar, lebih mengasyikkan ketimbang malam hari.

Sejak berangkat saya sudah memacu mobil kencang-kencang. Kami berhenti sejenak untuk subuhan di masjid luar kota Pasuruan. Matahari tampak terang ketika kami meninggalkan Probolinggo. Memasuki area Pasir Putih, kami berpikir untuk sarapan. Tetapi rupanya perut kami masih bisa diajak kompromi. Kami pun terus melaju.

Jalan raya hutan Baluran yang penuh dengan tanjakan, turunan dan tikungan kanan kiri yang seringkali tajam selalu menantang. Saya memang sudah merencanakan untuk menikmati ngebut di hutan Baluran. Saya tahu istri pasti akan mengomel sepanjang jalan. Biasanya semakin mengomel, semakin ngebut saya.

Saya siap-siap menekan gas, tapi seketika saya urungkan. Entah kapan datangnya, tiba-tiba tepat di depan saya ada mobil patroli polisi dengan dengan lampu rotator biru yang berkedip-kedip. Tampak ada dua orang polisi di dalam mobil. Mereka jalan dengan kecepatan pelan saja. Semestinya saya bisa menyalip, tetapi di samping kanan ada marka jalan berupa garis lurus pertanda tak boleh dilanggar. Saya menurunkan kecepatan.

Menurut perasaan saya, mobil patroli itu berjalan terlalu pelan. Ini membuat saya sedikit jengkel. Saya berpikiran buruk, mereka sengaja berjalan pelan seolah memberi jalan agar saya tergoda untuk menyalip, lalu melanggar garis lurus, dan mereka punya alasan untuk menilang saya. Tapi kali ini saya tak akan melanggar marka jalan.

Kemudian, jalanan mulai lurus dan di kejauhan terlihat garis putus-putus. Saya bersiap untuk menyalip. Saya menyalakan lampu sein, menekan gas agak dalam. Belum sempat saya menyalip, mobil patroli polisi itu juga menambah kecepatan. Dan dari arah yang berlawanan ada kendaraan lain melintas. Saya kembali ke jalur saya. Ketika kendaraan itu lewat, saya bersiap menyalip, tetapi garis marka jalan kembali lurus. Mobil patroli polisi itu kembali berjalan pelan-pelan. Saya pun tetap berada di belakang mobil patroli polisi. Hati saya mulai kesal.

“Polisi-polisi itu sedang mengajari kamu supaya menyetir dengan sabar,” kata istri saya lembut. Saya diam saja. Hilang sudah keinginan saya untuk ngebut meliuk-liuk di hutan Baluran. Saya mengendurkan badan, membuka kaca mobil, melihat pemandangan di kanan-kiri, menyetir dengan santai. Istri saya tersenyum lega sambil terus menyodorkan camilan untuk meredam kekesalan saya.

29 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.