Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Celoteh-Celoteh Oom Ale

Auditor Juga Manusia

Submitted by on 29 March 2010 – 12:00 amNo Comment

Semakin dekat hari H, semakin berdebar-debar jiwa raga Oom Ale. Tidur tiada nyenyak. Badan ngilu tanpa sebab. Pencernaan pun terganggu. Kata dokter, Oom Ale stres. Tapi, kata Oom Gatut, Oom Ale terserang pre-audit syndrome, alias sindrom menjelang kedatangan auditor. Minggu ini pabrik tempat Oom Ale bekerja akan kedatangan dua auditor bule yang bakal mengubek-ubek isi kantor. Pak Bos menunjuk Oom Ale menangani audit ini. Pantaslah kalau Oom Ale mulas, migrain campur rematik.

Untuk menyambut kedatangan auditor, Oom Ale sudah siapkan banyak hal. Mulai dari dokumen SOP, arsip sertifikasi, data log, hasil internal  audit dan lain-lain. Pokoknya banyak. Tapi masih ada yang kurang; yaitu laporan hasil validasi. Inilah yang membuat Oom Ale buang air terus belakangan ini. Dari sepuluh yang harus divalidasi, hanya ada empat yang benar-benar lengkap. Sisanya: acakadut! Di sisa waktu, Oom Ale dan team harus mengebut siang malam melengkapi laporan.

***

Dua hari menjelang kedatangan auditor, Pak Bos memanggil Oom Ale dan menanyakan persiapan. Oom Ale jelaskan semuanya termasuk kekhawatiran tentang laporan hasil validasi yang belum selesai 100%. “Pokoknya, kita harus lulus audit dengan nilai A!” kata Pak Bos tegas. “Tidak ada alasan!”

Oom Ale sedikit cemberut. “Dapat B saja sudah senang setengah mati,” kata Oom Ale. Tapi Pak Bos tidak peduli. Pokoknya harus A.. A.. dan A..! Kalau sudah begini Oom Ale hanya bisa mengangguk dan mengucapkan kalimat sakti, “Baik pak. Saya akan usahakan sebaik mungkin.”

“Auditor akan menginap dimana? Siapa yang menjemput? Makan malamnya bagaimana?” tanya Pak Bos.

“Mereka menginap di hotel dekat pabrik, Pak. Mereka akan dijemput supir perusahaan, sedangkan acara makan malamnya di pabrik saja karena biasanya auditor bekerja sampai larut malam.”

“Kenapa tidak dihotel yang bagus di Surabaya? Kenapa dijemput supir?” tanya Pak Bos mendelik.

“Aaa..aa.. Untuk menghemat waktu pak. Kalau diinapkan di Surabaya, kita akan kehilangan waktu kira-kira dua jam perjalanan. Selain itu, sesuai prosedur, setiap tamu dijemput oleh supir.”

“Pak Ale…,” kata Pak Bos tegas “You ingin dapat A? You ingin proses audit nanti lancar dan tidak mendapat pertanyaan yang rumit-rumit?”

Oom Ale mengangguk, “Tentu pak.”

“Pertama, you harus siapkan semuanya sebaik mungkin. Setelah itu, cek, recek, double cek lalu rekonsilisasi. Pastikan semua data dan dokumen sudah benar semua.”

“Ya pak, saya sudah buat check list dan periksa berkali-kali.”

“Nomor dua,” lanjut Pak Bos. “You harus punya rencana antisipasi. Auditor mungkin tidak hanya melihat check list. Mereka pasti akan memeriksa hal-hal di luar check list. Mereka pasti sudah terlatih untuk mengorek sesuatu yang tersembunyi. You harus bisa mengantisipasi permintaan di luar rencana.”

Oom Ale mengangguk. Auditor tentu punya seribu satu akal untuk mengendus sesuatu yang tidak beres. Meski kita sudah tutupi kelemahan dengan seribu satu muslihat, mereka takkan menyerah sebelum menemukan bahan menarik untuk dilaporkan.

“Nomor tiga,” kata Pak Bos. “You harus siapkan skenario untuk mengarahkan jalannya audit. Jangan biarkan para auditor memasuki semua ruangan dan memeriksa seenak udelnya sendiri. You harus bisa memimpin rapat, diskusi dan field audit. Di awal audit, you buat kesepakatan tentang materi, jadwal, person in charge, audit system, dan lain-lain. Tujuannya agar you bisa mengantisipasi rencana-rencana mereka. Pokoknya, you harus bisa lead acara ini. Jangan terserah apa kata auditor. Okay?”

Oom Ale mengangguk lagi. Meskipun auditor punya rencana sendiri, Oom Ale juga boleh mengajukan rencana sendiri. Kita bisa negosiasikan rencana masing-masing agar tujuan setiap pihak bisa tercapai.

“Terakhir,” lanjut Pak Bos sambil tersenyum. “Meskipun auditor itu datang dari luar negeri, punya gelar selangit, berpengalaman mengaudit dimana-mana, dan terkenal sengit, tapi you harus ingat bahwa mereka adalah just human being. Auditor juga manusia.”

Wah.. Oom Ale tidak mengerti maksud Pak Bos. “Maksudnya pak?”

“Kalau tidak salah auditor ini baru pertama kali datang ke Indonesia kan? Meski mereka orang bule, mereka sama seperti kita. Mereka pasti ingin melihat-lihat, jalan-jalan, mencicipi makanan khas, beli oleh-oleh dan kenang-kenangan. Mereka pun ingin disambut ramah oleh tuan rumah.”

“Jadi pak?”

“Yaa.. jangan perlakukan mereka seolah-olah harus bekerja 24 jam di sini dong. Cukuplah mereka bekerja beberapa jam kerja sewajarnya. Setelah itu, ajak mereka jalan-jalan. Di sekitar sini kan ada taman safari, candi, museum, dan jangan lupa toko oleh-oleh. Tawari makanan khas Indonesia. Coba ajak untuk bersenang-senang kdi diskotik, pub, karaoke. Tanyakan, apakah mereka suka olahraga? Kalau ya, kita perlu sediakan waktu untuk golf. Jangan lupa, setelah olahraga, ditawari mereka spa supaya badan kembali bugar. Gimana?”

“Siap pak! Siap!” jawab Oom Ale semangat. Kalau untuk urusan seperti ini Oom Ale juga suka. Oom Ale juga manusia biasa. “Saya akan atur mereka menginap di Surabaya dan siapkan program entertainment lengkap.”

“Bagus! Kalau begitu, yang menjemput dan mengantar mereka haruslah you sendiri, bukan supir kantor. Selama perjalanan you bisa mengobrol santai. Kalau you bisa akrab, mereka pasti mudah diajak bekerja sama,” kata Pak Bos.

“Siap pak!” semangat Oom Ale ibarat semangat juang 45. Merdeka ataoe mati!

“Kalau you perlakukan mereka dengan baik dan bersenang-senang, mereka pun akan baik dan ikut bersenang-senang. Jangan lupa, begitu mereka tiba di airport you harus siapkan welcome gift. Sedangkan sewaktu pulang nanti you harus bagikan oleh-oleh khas daerah sini, okay?”

“Siaaaaappp!!” Pokoknya siap! Wah.. Oom Ale benar-benar optimis menghadapi proses audit ini. Oom Ale tidak sabar menerima dan melayani para tamu nanti, terutama di saat-saat selepas jam kantor. Hmm.. hari pertama enaknya diajak karaoke dimana ya? Hari kedua, spa dimana ya? Hari ke tiga disko dimana ya? Aaah.. seandainya setiap hari ada tamu auditor datang?!

30 Mar 2009

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.