Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Various Artist – Eastern Sunrise

Submitted by on 2 March 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 3.5/5 (2 votes cast)
Artis: Various Artist
Album: Eastern Sunrise
Jumlah Lagu: 15
Tahun: 2001

Chill Out itu bukanlah sebuah genre musik, melainkan istilah yang digunakan untuk musik-musik lembut, down-tempo, memberikan efek relaksasi, yang kebanyakan digubah oleh produser musik elektronik. Lebih jauh, semua musik yang bisa memberikan perspektif baru bagi pendengarnya bisa masuk dalam kategori chill out.

Perspektif baru inilah yang ingin ditawarkan album Eastern Sunrise. Sebuah album lawas, keluaran tahun 2001 (bahkan nomor Dawn Temple dirilis tahun 1992), yang oleh beberapa music store dipajang di rak dance (wajar, karena sejarah musik chill out tak lepas dari lingkungan club dan dance). Ada juga yang memajangnya di world music (juga bisa diterima, karena banyak musik chill out yang earthy).

Dan, dalam pengembaraan mencari berbagai perspektif baru, para produser musik tak segan-segan melirik ke khasanah musik Timur, mencomot beberapa sample, memberikan sentuhan groove modern, mencampur dengan bahan-bahan lain sehingga menghasilkan sebuah musik unik, imajinatif, bahkan eksotis. Beberapa karya mereka tersedia di album Eastern Sunrise ini.

David Packer – Dawn Temple. Lounge music. Dibuka dengan bamboo atau wood sound section, dilanjutkan dengan tabla dan perkusi, lalu lirik utama oleh flute, membawa suasana Asia Timur. Kemudian musik berpindah ke gaya jazzy dengan piano, drum dan bass. Lalu kembali ke nada-nada eastern. Dan seterusnya. Crossover yang menarik.

Paul T – Eastern Sunrise. Nomor yang jadi judul album. Groovy. Ada iringan tabla dan perkusi. Melodi utama dimainkan dengan sitar, bergaya oriental. Musik bergerak ke sound kontemporer, lalu jazzy. Crossover yang tak kalah menarik.

Case – Shroom Soup. Club chill out style, dengan piano sebagai pemain utama, disambut electronic sound efeect.

Nelly Furtado and Asha Bhonsie – I’m Like A Bird. Inilah jadinya jika vocal Nelly Furtado dengan lagu I’m Like a Bird dimix dengan lantunan vokal Asha Bhonsie pada lagu khas Hindi. Permainan alat musik string, sitar, tabla bercampur dengan drum dan bas. What a fresh mix.

Armchair – Trembling Heart (Remix). Club chill mix, dengan male vocal, flute, groove yang dinamis, dan banyak sound fx. Cukup menarik.

Skrooloose – Summertime (Reprise). Sebuah nomor club down tempo yang pernah populer di beberapa album kompilasi musik chill out.

Talvin Singh – Dubla. Nomor yang paling dinamis, menghentak, perkusi/tabla yang rancak sepanjang lagu, diberi sentuhan Hindi.

Silverstone and Camelia – Syair. Lirik utama diambil dari nomor tradisional Melayu, female vocal yang liris, disambut male vocal yang lembut, ditimpali rhytm dan bassline yang groovy, dengan texture flute tradisional. Nomor yang cantik.

Trilok Gurtu – Tuhe. Nomor Hindi yang eksotis. Permainan tabla dan perkusi yang groovy, ditingkahi string section yang genit, mengiringi male vocal, menjadikan nomor ini amat menarik.

Com.Passion – Listening to Rain. Sweet jazzy sound. Permainan electric guitar dengan latar belakang perkusi yang samar-samar. Calm. Relaxing. Kalau melihat judulnya, sang penggubah ingin mengarahkan imajinasi pendengar ke suasana hujan, meski tidak sepenuhnya berhasil.

Eastward Collective – Liquid Grooves. Bergaya jazzy, brass section dan groove ringan, dengan female vocal. A western chill out number.

Transformasi – Ler Iler. Nomor Lir Ilir yang terkenal di Jawa digubah sedemikian manis, dengan aksen piano, dan iringan tradisional wood section yang lembut. What a heavenly sound. Seandainya lebih banyak lagu tradisional Indonesia bisa digarap lebih baik jadi musik universal yang penuh perspective baru.

Digital Cutup Lounge vs Suara Parahiangan – Ayunisation. Nomor yang cantik dan cerdik. Permainan degung “Ayun Ambing” khas Sunda diiringi gamelan Bali “Mbuh”. Disisipi aksen bass, perkusi, dan tradisional Indonesia chorus. Sangat impressif. Benar-benar membawa perspektif Asia yang eksotis.

Sojiro – Moonlit Forest 1. Nomor lembut dengan permainan flute yang syahdu. Bergantian dengan cello yang tenang. Berlatar belakang kicauan burung, iringan piano. Digarap ala cinematic. Membayang suasana angin gunung yang bening.

Ben Galvin and Nazneen – Midnight Beach. Digarap dengan mood yang agak suram untuk permainan piano, perkusi, tabla, sinthysizer, memberi suasana tengah malam di tepi pantai. Cukup depressed, dan tidak terlalu mudah sebagai teman relaxing.

Meski bertitle Eastern Sunrise, tidak seluruh lagu dalam album ini bernuansa Eastern. Beberapa lagu berstyle western jazzy yang manis. Nyaman untuk relaksasi. Sebagian lain diberi bumbu eastern yang ringan (seperti permainan tabla). Namun beberapa lagu benar-benar mengambil elemen musik timur lebih dalam dan mengolahnya menjadi nomor yang unik dan eksotis. Tiga nomor yang mengambil elemen musik Indonesia terdengar sungguh cantik memesona. Dua nomor dengan aroma Hindi tak kalah apik.

Tentu ini bukan battlefield album antara east versus west. Meski nomor-nomor yang eastern mendapat point lebih dibanding nomor-nomor western. Ini adalah album dengan musik-musik alternatif tak selalu ada di rak-rak musik store, namun semakin hari semakin banyak penikmatnya. Nomor-nomor sejenis ini pun jarang diputar oleh stasiun radio atau televisi, oleh karenanya tak berlebihan jika album ini patut dikoleksi.

Bagaimana pun album ini cukup berhasil memberikan apa yang diinginkan oleh produsernya, yaitu menyajikan musik yang bukan hanya to open your ears, but to open your mind.

Various Artist - Eastern Sunrise, 3.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.