Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Anggun – Best Of

Submitted by on 25 April 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
Artis: Anggun
Album: Best Of
Jumlah Lagu: 19
Tahun: 2006

Tentang Anggun, saya rasa hampir semua penikmat musik Indonesia sudah banyak bahkan lebih tahu. Nama dan kiprah Anggun ditulis dibanyak koran, majalah, blog.

Saya beli album Anggun ini semata-mata tertarik untuk mendengar tiga lagu lawasnya yang dikemas ulang: Mimpi, Bayang-bayang Ilusi dan Takut. Kata Anggun, ketiga lagu jadul itu “disuntik botox”. Tapi kalau melihat nama Andy Ayunir dan Sa’ Unine string, tentu bukan sekedar pengemasan ulang, tetapi penafsiran bahkan face off. Yuukk..!!??

Mimpi. Waah, merinding men! Merinding… Serasa mendengar sesuatu dari alam lain. Tiba-tiba masa lampau memeluk rekat. Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, tenggelam dalam lautan emosi. Yang paling hebat dari nomor ini adalah aransemen Andy Ayunir yang akustik, komplit, dramatik, dan sedap. Thanks Andy! Sebuah nomor yang cantik. Must listen for more.

Bayang-bayang Ilusi. Masih dengan Andy Ayunir on production. Pembukaan yang tak kalah sedap: akustik, ada sedikit groove, gurih banget. Haruskah kuhidup dalam angan-angan merengkuh dibuai impian, haruskah kulari dan kulari mengejar bayang-bayang ilusi. Wah, merinding men!

Takut. Kalau Anggun menolak mengemas Tua-tua Keladi karena sudah telat (telat umur) dan tak cocok dengan angka 32 tahun, kenapa lagu ini muncul? Toh Andy Ayunir ternyata bisa memberi nyawa baru agar tampak lebih mature, wise dan cool. Sampai di sini saya puas pada rework on these jadul songs. Dua jempol buat Anggun, Andy Ayunir dan rombongan Sa’unine (yang mantab dan bener-bener nggak sa’ unine). Thanks guys!

I’ll Be Allright. Back to best of. Lagu dari album Luminescence yang ngegroove, musiknya modern dan enak buat goyang.

In Your Mind. Nomor RnB dengan sentuhan middle east. Saya terbebani dengan cara Anggun mengolah vokalnya, meski powernya ok. Rasanya kurang cocok buat musik-musik yang ngedance. Ok, ok, anda boleh protes dan tidak setuju dengan pendapat saya. Mungkin setelan telinga saya kurang pas. Tapi, begitulah adanya.

Snow On The Sahara. Nah kalau yang di sini match. Lagunya memang sedap, chill, ambientic dan inspiring. Salah satu favorit saya.

Undress Me. Undress you? Hayuuukkk. Nomor bertempo sedang yang tidak terlalu istimewa.

Still Reminds Me. Nomor yang diambil dari album Chrysalis 2000. Kalau bernuansa mirip Snow On The Sahara, tidak keliru karena ditulis oleh tangan yang sama: E. Benzi. Nomor yang cukup cool.

Mantra. Anggun memberikan nada-nada khas Nusantara di nomor yang industrialic ini.

Kembali. Nomor yang masuk dalam rombongan Snow On The Sahara (1998), riuh dengan sentuhan etnik dan modern bergantian. Saya suka ini.

Summer In Paris. Asyiik, deep groove yang sedap dari Dj Cam.

Chrysalis. Lewat sentuhan Hex Hextor lagu ini jadi lebih ngedance, ringan dan mengasyikkan.

Yang Ku Tunggu. Saya suka lagu seperti ini. Indonesianya terasa, sentuhan teknologi modernnya juga terasa. Seandainya lagu ini digarap oleh Andy Ayunir & Sa’unine.

Deep Blue Sea. Ya, nomor ini cukup ngetop di jajaran nomor-nomor chill-ethnic produksi Deep Forest. Nomor yang menarik, inspiring, englighting.

Open Your Heart. Nomor ngepop yang ringan-ringan.

A Rose In The Wind. Versi “barat”nya Kembali dengan sound yang sedikit beda.

Still Reminds Me (Jason Nevina Midtempo Radio Edit). Versi yang lebih ngebeat, ngegroove. Saya tidak begitu tertarik dengan versi ini

Saviour. Luminescence memang lebih ngebeat dibanding album-album sebelumnya. Kali ini versi Mantra dengan speed dan hentakan dance yang rada kental. Lagi-lagi, saya kurang sukan dengan olahan vokal Anggun di irama dance seperti ini.

Snow On Sahara (Amen Radio Edit). Wah, Snow On The Sahara yang anggun itu jadi Euro trance / techno. Snow-nya sih ok. Technonya juga ok. Snow with techno? Aduh kok kasihan ya? Meski bagian reffnya benar-benar Eurotrance. Supaya lebih asyik lagi, Anggun perlu take vokal yang melengking-lengking.

Puas! Tiga lagu jadul yang diface-off benar-benar mencerahkan. Sekali lagi salute buat Anggun, Andy Ayunir dan Sa’unine. Kenapa tidak remake nomor internasionalnya? Yang Kutunggu itu cukup asyik untuk dimake-over.

Album yang pantas sepantas-pantasnya.

Oh ya, mungkin karena Anggun sudah masuk jajaran artis nginternasional, harga albumnya juga mengikuti tarif : Rp. 75 ribu? Yo weees, ra po-po. Wis pantes kok.

Anggun - Best Of, 4.0 out of 5 based on 1 rating

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.