Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

Andra And The Backbone – Andra And The Backbone

Submitted by on 20 May 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 2.7/5 (3 votes cast)
Artis: Andra And The Backbone
Album: Andra And The Backbone
Jumlah Lagu: 12
Tahun: 2006

Beritanya cukup sensasional. Andra membentuk band baru, namanya Andra And The Backbone. Bukan hanya itu, ia juga merilis album solo perdana. Wow! Bagaimana dengan Dewa 19? Di acara launching album perdana, tampak Ahmad Dhani ketawa-ketiwi di samping Andra. Maka saya pun ngakak. What a buzz! Ini industri man!

Mengapa seorang personel band tenar cabut dari bandnya, lalu membuat album sendiri? Dalam beberapa kasus klasik, mereka beralasan bahwa idea musik mereka tak cocok. Mereka keluar karena ingin menyalurkan yang selama ini terpendam. Dendamnya berbunyi: aku keluar untuk membuat album yang lebih hebat. Benarkah sisi musikalitas Andra tak kesampaian dalam grup Dewa 19? Apakah sosok Dhani yang terkesan dominan tak memberi kesempatan cukup? Padahal musik Dewa 19 adalah salah satu musik terbaik diIndonesiasaat ini. Rasanya tak banyak yang bisa mengalahkan keindahan dan keseriusan lagu-lagu Dewa 19.

Ok, Andra adalah gitaris. Hampir semua anak mudaSurabayayang belajar gitar selalu mengangankan kelak jadi rocker yang gahar. Apakah Andra mau jadi rocker impian. Buktinya di sleeves albumnya, Andra berteriak, “Play it louuuddd!!!!” Yeah! Yang loud-loud seperti ini memang bukan permainan utama Dewa 19. Maka cukup ada alasan untuk membentuk Andra And The Backbone. Maka ada alasan untuk memainkan musik penuh energi, kencang dan lepas.. pas.. pas.. Saya percaya, apalagi ada dua gitaris disana, Andra & Stevie Item. Yeah. Let’s Play it louuuddd!!!!.

Terdalam. Petikan gitar yang membuka lagu ini gahar juga, ditambah gebukan drum dari Yoyok (Padi) yang powerfull. Asyik.. asyik.. Ttttaaapppi begitu Dedy Lisan sang vokalis melantunkan syair pertamanya, wah saya jadi sedikit drop. Masya sih rocker menulis syair “Hey apa kabar sayangku?” Nomor yang cukup kencang dan galak, kecuali liriknya terlalu manis buat musik rock dengan dua gitar. 

Pujaan Hati. Musik pop rock yang ringan dan manis. I like Yoyok performance! Andra should thanks to Yoyok. He makes this song.

Musnah. Single yang digadang-gadang. Awalnya tenang-tenang saja, malah membosankan, lantas musik bergerak cukup kencang dengan distorsi dan gebukan drum. Lagi-lagi Yoyok! Keberatan: liriknya terlalu cengeng untuk dua gitar dan gebukan drum yang kencang. Tidak lucu rasanya melihat rocker yang harusnya macho menyanyikan lirik ini. 

Dan Tidurlah. Nomor lembut dengan iringan akustik gitar dan string section. Skip!

Lagi… Dan Lagi… Lagu di nomor ini tak jauh beda dengan nomor Dan Tidurlah, namun dengan raungan gitar yang distorsif dan galak. Tetapi ini tetaplah lagu pop.

Saat Dunia Masih Milik Kita. Sekarang main di ketukan yang lebih ngegroove. Mengingatkan satu nomor dari Dewa. Apalagi di belakangsana ada ketukan piano. Ini nomor yang riang dengan celoteh gitar Andra. Hey, hey, kenapa Dedy slip di tengah lagu.

Hanya Dirimu. Pembukaannya cukup garang dan asyik. Tapi agaknya Andra tak bermaksud begitu garang. Maka lagu ini tak jauh beda dengan Terdalam, Pujaan Hati dan Musnah, pop tapi lebih full distorsi.

Ditelan Bumi. Asyik. Nomor ini cocok banget buat Dedy. Kalau tercium bau Dewa 19, itu wajar karena Andra adalah the backbonenya Dewa 19. Ini Dewa 19 yang kencang. Saya suka nomor ini. Gebukan Yoyok ok! Kalau mau lebih kencang, coba double bass.

Perih. Waktunya istirahat dengan nomor lembut diiringi piano, kocokan gitar akustik dan celoteh electric gitar. Tyo Nugros on drums.

Sempurna. Petikan riang dari string gitar untuk lagu yang ringan dan manis. Sentuhan Stevi membuat lagu ini terasa manis. Apalagi dengan aransemen string section di belakang. Bisa lebih manis lagi jika Andra dan Stevi coba pamer skill mereka untuk improvisasi bergantian.

Dengarkan Aku. Lagu ini cukup asyik. Mengingatkan saya pada Dewa 19 jaman dulu. I like it.

Surrender. Andra on solo. Inilah nomor terbaik di album ini. Sebaiknya Andra menulis album seperti ini.

Andra bilang, “Play it louuuddd!!!!”. Saya bilang, tak perlu sekencang itu. Album ini tidak sekencang yang saya perkirakan. Saya pikir Andra akan melepaskan energinya sekuat tenaga dan menjadi rocker sejati. Ternyata, album ini tidak segarang yang saya bayangkan. Andra masih mengekang dirinya sendiri. Mungkin juga Andra tak cukup nyali untuk ambil resiko, baik itu secara komersial maupun popularitas di luar Dewa 19. Akhirnya, jadilah ini album lagu pop yang dibalut raungan gitar dan gebukan drum ngerock. Album ini agaknya ditujukan untuk pasar seluas-luasnya, bukan sebuah proyek musikalitas yang menjadi idea-idea Andra yang tak pernah tuntas di Dewa 19. Kalau begini jadinya, Dewa 19 masih setingkat di atas Andra And The Backbone.

Secara bisnis, saya yakin album ini akan laku keras. Tampaknya team manajemen sudah menyusun cukup banyak strategi marketing. Belum juga dilaunch, team Andra And The Backbone sudah menyiapkan fans club. Website pun dibuka lebar. Blow up pemberitaan sensasional, dibubuhi sedikit gimmick bahwa Dewa 19 akan bubar lantaran Andra out dari Dewa 19.

 

Tapi, saya agak kecewa dengan pilihan musik yang diusung Andra. Dua gitaris yang dimainkan tidak terlalu optimal. Untuk lagu-lagu ngepop seperti itu, satu gitar saja sudah cukup. Mestinya, dua gitar berarti dua energi, dua kegarangan. Hal lain, adalah lirik. Meski saya tidak terlalu concern dengan lirik suatu lagu, menurut saya lirik yang ditulis oleh Andra terlalu manis (baca: cengeng) untuk rock dengan dua gitar. Masya, rocker harus meneriakkan “sakit hatiku”. Rocker harus tegar!

Ok, kalau Andra memang merasa bosan dengan musik Dewa 19 yang di beberapa bagian cukup rumit, lantas ingin main-main di nuansa pop rock, mungkin bisa ikuti jejak John Frusciante. John mengubah musik Red Hot Chilli Peppers dari funk liar jadi begitu manis, tapi tanpa kehilangan idea musikalitas dan sound kelas jawara. Tanpa petikan gitar John, takkan ada RHCP. Maka mestinya, tanpa Andra takkan ada Andra And The Backbone. Ya, memang pilihannya adalah bisnis atau idea.

Terakhir. Tentang harga. Semestinya dengan harga bandrol Rp. 45 ribu plus sponsor NSP, saya berhak dapat stiker!

Sorry nDra!

Andra And The Backbone - Andra And The Backbone, 2.7 out of 5 based on 3 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.