Dering Telpon Tengah Malam
4 September 2016 – 12:00 am | No Comment

Pernahkah anda mendapat telpon di tengah malam yang membawa berita buruk? Sebaiknya anda tetap tenang. Siapa tahu berita buruk itu adalah momen yang anda tunggu-tunggu.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Home » Musik

A-ha – Analogue

Submitted by on 13 June 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 2.5/5 (2 votes cast)
Artis: A-ha
Album: Analogue
Jumlah Lagu: 13
Tahun: 2005

Pesan dari seorang rekan, Mbak Aini,di Bergen,Norwaytentang Kings Of Convinience mendorong saya untuk mengingat-ingat siapa musisi atau band dariNorwayyang cukup ngetop, selain Kings Of Convinience. Hmm, aha! Saya ingat. Ya, A-ha! Namanya band itu A-ha. Ini group lawas. Lagunya Take On Me adalah salah satu lagu favorit semasa saya SMA.

Apa A-ha masih alive and kicking? Mestinya iya. Tahun 2005 lalu lagunya “Celice” banyak didance-remix. Saya sendiri punya beberapa versi remixnya hasil download dari internet. Saya coba bongkar kumpulan CD. Yes, ada. Tahun 2005 lalu A-ha merilis albumnya yang ke sekian: Analogue. Semasanya, album ini adalah album yang cukup sering saya putar di player. Lagu-lagunya bagus. Rasanya cocok ditulis buat rekan diBergen, Norway.

Lebih dari itu, A-ha pantas masuk dalam jajaran group band penting dunia. Hampir anak muda tahun 80-an, seperti saya, kenal Morten Harket, sang vokalis yang cukup berkarisma, punya karakter dan pengolahan vokal yang khas dan terngiang-ngiang sampai sekarang. Musik mereka, meski di 80-an lebih dikenal sebagai semacam electronic pop, tetapi penuh harmoni. Ya, mereka memainkan musik pop yang indah. Mungkin Norwegia ditakdirkan melahirkan musisi-musisi penuh harmoni.

Meski sempat bubar di tahun 1994, A-ha tidak kemana-mana. Mereka kumpul lagi. Album terakhir mereka di tahun 2005 masih membuktikan bahwa A-ha tetaplah bagian penting dari musik dunia.

Celice. Lagu ini mengingatkan saya padagaya A-ha jaman dulu. Dengan asesories elektronik, catchy, sedikit ngedance. Tak salah kalau beberapa dj meremixnya jadi lagu dance. Yang membuat merinding, vokal Morten Harket masih khas seperti jaman SMA dulu. Duh!

Don’t Do Me Any Favours. Ini kelanjutan yang pas untuk Celice. Ketukannya sedikit lebih cepat, tapi bukan untuk lantai dance. Masih diasesoriesi dengan efek-efek elektronik. Sampai lagu ke dua ini, tampak A-ha bukan sekedar main-main, mereka menggarap musik dengan harmoni, penuh warna nada. Saya suka lagu ini, terutama bagian uuuuuu uuu.

Cosy Prisons. Lagu kalem ini cantik. Meski kalem, efek yang diciptakan oleh musik dan vokalnya sungguh dramatik. Perhatikan mereka tetap memainkan nada akustik dari piano dan gitar, sedangkan di belakangsana penuh atmosfer elektronik. 

Analogue (All I Want). Pop yang ringan, ear catchy, tetapi jangan salah sangka, A-ha tetap menggarapnya penuh detail.

Birthright. Ballads yang manis dan indah. Mengingatkan saya pada beberapa lagu lawas, terutama sentuhan bass dan grand pianonya. Efek cymbal yang dipukul terus menerus di bagian-bagian awal cukup memberikan efek unik, kemudian diteruskan dengan efek syn yang atmospheric, tetapi diimbuhi akustik gitar. Ini bukan musik pop sembarangan. Classy! 

Holy Ground. Nomor ringan, easy listening, smooth. Interpretasi sang vokalis asyik. 

Over The Treetops. Kali ini A-ha memainkan lagu dengangaya folks dan era 60-an. Meski A-ha sudah berusaha memberikan sentuhan unik (perhatian sound bassnya), tetapi lagu ini terasa asing di album ini. 

Halfway Through The Tour. Hmm, lagi-lagi rasanya saya teringatgaya lawas 60-an. Dengan suasana yang lebih riang gembira. Di bagian akhir lagu ini, sekitar 3 menit setengah A-ha memainkan nomor instrumental yang kalem, bertolak belakang dari tiga menit sebelumnya. Entah apa maunya. 

A Fine Blue Line. Syukurlah tak berlama-lama di era 60-an. Kembali ke nomor pop ballads manis. 

Keeper Of The Flame. Hahaha, lagunya dibuka dengan vokal Morten yang kalem banget dan piano Magne Furuholmen, tetapi dengan lirik “give it up for rock n’ roll”. Perhatikan bagaimana A-ha tetap intens memainkan musik penuh asesoris, warna dan harmoni. 

Make It Soon. Salut buat duet Magne Furuholmen dan Paul Waaktar sang gitaris yang menggarap musik lagu ini. Mereka mampu mengkombinasikan smooth dengan distorsi tanpa kesulitan. Meski singkat, aransemen lagu ini penuh kejutan. 

White Dwarf. Tidak terlalu istimewa. Nomor yang smooth dengan banyak efek elektronik. Untuk album ini, standar saja. 

The Summers Of Our Youth. Kali ini Furuholmen on mike, dibackingi oleh Mr. Harket. Yeah, cukup memberikan suasana yang lain dan surprise. Enak juga.

Adaapa dengan Norwegia? Negara ini mampu mengekspor grup band yang luar biasa indah. Analogue adalah album yang indah. Hampir tidak ada keluhan kecuali beberapa nomor 60-an yang sedikit membosankan, namun demikian terasa benar A-ha berusaha untuk tetap intens memberikan harmoninya.

Menikmati album ini seperti menikmati anggur, yang nikmatnya begitu terasa ketika kita mengecapnya pelan-pelan. Setiap detik di album ini penuh dengan warna-warna pilihan. Akustik, elektrik, piano, gitar, drum, cymbal, vokal, efek, semuanya diramu cukup detail, harmoninya ditimbang-timbang. Sebuah album yang penuh cita rasa untuk kenikmatan pendengaran kita.

Album ini dirilis dua tahun lalu. Mudah-mudahan 2007 ini A-ha masih merilis another wonderful album. Thanks Morten. Thanks Magne. Thanks Paul.

A-ha - Analogue, 2.5 out of 5 based on 2 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.