Kenikmatan Business Class
1 May 2016 – 12:00 am | No Comment

Selama duduk di penerbangan business class saya harus “jaga image” dan bersikap santai, seolah-olah duduk di kelas bisnis bukan hal yang istimewa bagi saya.

Read the full story »
LeoJuliawan.net

My fifty cents or less.

WirausahaIndonesia.com

Entrepreneur bold + Professional management.

Rekan-Kantor.com

A cup of coffee to inspire workers, managers, leaders even CEOs.

Cabinoo.com

Things come out from my shelves, drawers, folders and anywhere.

101

You may find this somewhere else. But, it is not a copy-pasting.

Tempe, Tahu, Dadar Jagung »

Kenikmatan Business Class
1 May 2016 – 12:00 am | No Comment

Selama duduk di penerbangan business class saya harus “jaga image” dan bersikap santai, seolah-olah duduk di kelas bisnis bukan hal yang istimewa bagi saya.

Image Credit: pop0926pop0926 | Pixabay.com

Entah bagaimana ceritanya, hari itu saya ketiban rezeki. Naik pesawat terbang di kelas bisnis. Garuda pula. Hampir setiap bulan, karena urusan pekerjaan, saya harus mondar-mandir Surabaya-Jakarta dengan pesawat terbang. Tentu saja di kelas ekonomi, sesuai jatah  kantor. Tapi, kali ini saya bisa mencicipi duduk di kelas bisnis. Jangan tanya asal muasal semua kejadian ini.

Yang pasti, duduk di kelas bisnis itu nyaman, lega dan saya merasa semua penumpang memperhatikan saya sambil menunjukkan muka iri dan setengah tak percaya. Saya pun harus “jaga image” dan bersikap santai, seolah-olah duduk di kelas bisnis bukan hal yang istimewa bagi saya.

Hanya ada empat orang penumpang di kelas bisnis. Dua pria necis, mengenakan jas dan dasi. Mungkin mereka top eksekutif di perusahaan besar. Ada satu wanita setengah baya, berkacamata hitam lebar, menenteng tas bermerek. Mungkin istri pejabat tinggi. Dan saya, memakai seragam kerja dengan bordiran nama perusahaan di atas saku kemeja. Meski penampilan saya biasa-biasa, tapi di kelas bisnis status saya naik beberapa tingkat dibanding mereka yang berdesak-desakan di kelas ekonomi.

Tiba-tiba saya disapa oleh seorang teman. Tentu saja ini kejutan yang menyenangkan. Bertemu seseorang saat duduk di kelas bisnis terasa berbeda. Ada rasa bangga bercampur besar kepala. Kami berbasa-basi sejenak. Kemudian dia bergegas ke deretan belakang. Ke kelas ekonomi!

Pramugari melayani saya dengan santun. Mereka menyuguhi makanan hangat, aneka minuman disertai perbincangan ramah. Terbayang, para penumpang di kelas ekonomi sekarang pasti hanya menyantap jatah roti dalam kotak karton. Mereka pun diladeni oleh pramugari yang selalu tampak terburu-buru. Suasana di kelas bisnis tenang, tak seperti kelas ekonomi yang hiruk pikuk tak jelas.

Satu jam perjalanan berlalu dengan cepat. Pesawat mendarat ringan. Sebagai penumpang istimewa kami dipersilakan turun terlebih dahulu. Saya melangkah anggun, memberi senyum kemenangan pada para crew. Segera setelah meningalkan pesawat saya bergegas menuju pintu keluar. Tujuan saya selanjutnya adalah mendapatkan taxi.

Hari itu bandara begitu sibuk. Saya harus menunggu lama untuk mendapat giliran taxi. Saya menoleh kanan-kiri, mencari tiga orang penumpang seperjalanan di kelas bisnis tadi. Mereka tak tampak. Mungkin mereka sudah dijemput oleh kendaraan pribadi yang mewah dan nyaman. Saya harus mengakui, kenikmatan kelas bisnis hanyalah sementara. Hanya saat berada di atas pesawat. Di daratan, saya menemukan kelas diri yang sesungguhnya. Yaitu, orang biasa yang menunggu taxi bersama keringat dan udara gerah Jakarta.

6 April 2016

VN:F [1.9.18_1163]
Rating: 0 (from 0 votes)
Mata Kyai, Mata Santri
24 April 2016 – 12:00 am | One Comment
Mata Kyai, Mata Santri

Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin seorang kyai mempunyai korek api dengan gambar seronok seperti itu? Yang lebih celaka, beliau tampak santai saja.

Tips Rileks Di Tengah Kemacetan Lalu Lintas
20 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Tips Rileks Di Tengah Kemacetan Lalu Lintas

Kemacetan membuat kita kehilangan banyak waktu. Kemacetan bukan hanya mencuri waktu, juga menguras emosi. Salah satu tips tetap rileks di tengah kemacetan: terimalah kemacetan sebagaimana adanya.

Kata Siapa Lokasi Di Jalan Raya Pasti Strategis?
19 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Kata Siapa Lokasi Di Jalan Raya Pasti Strategis?

Salah satu jaminan keberhasilan usaha adalah lokasi strategis; salah satunya adalah di jalan raya. Tapi lokasi di jalan ramai tak selalu strategis. Kenali beberapa tanda lokasi tak strategis sebelum anda menyesal.

Etika Karyawan Memiliki Bisnis Sampingan
18 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Etika Karyawan Memiliki Bisnis Sampingan

Mempunyai bisnis sampingan adalah angan-angan kebanyakan karyawan. Dapatkah kita menjalankannya tanpa merusak reputasi kita sebagai karyawan teladan?

Ayo Mulai Usaha Warung Internet (Warnet)
17 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Ayo Mulai Usaha Warung Internet (Warnet)

Usaha warnet mengalami naik turun. Dengan persiapan hati-hati dan strategi bisnis yang cermat, bisnis warnet masih patut dipertimbangkan sebagai usaha jangka panjang.

Tips Menemui Atasan Yang Selalu Sangat Sibuk
16 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Tips Menemui Atasan Yang Selalu Sangat Sibuk

Bila atasan anda adalah orang yang sangat sibuk, maka beliau pasti sulit untuk ditemui karena waktunya telah dipenuhi oleh berbagai kegiatan. Oleh karena itu anda perlu mensiasati saat ingin menemuinya.

Rahasia Umur Panjang The Blue Zones
15 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Rahasia Umur Panjang The Blue Zones

Berumur panjang nan sehat adalah sebuah berkah. 20% umur panjang terkait dengan faktor genetik. Sedangkan 80% berasal dari gaya hidup kita sehari-hari.

Rahasia Umur Panjang The Blue Zones – Orang-Orang Nicoya
14 December 2015 – 12:00 am | No Comment
Rahasia Umur Panjang The Blue Zones – Orang-Orang Nicoya

Kesamaan gaya hidup dari para penghuni Blue Zones – mereka yang berusia panjang – adalah hidup sehat, selalu beraktivitas, dan menjalani hidup yang penuh makna serta bermanfaat bagi sekitar.